Daly: Siap Naik atau Turun, Semua Opsi Terbuka
Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly mengatakan kebijakan moneter AS saat ini berada di posisi yang “baik”, namun ketidakpastian ekonomi masih terlalu besar untuk memberi petunjuk jelas soal arah suku bunga berikutnya. Berbicara di Bloomberg Tech Conference pada Kamis (4/6), Daly menegaskan The Fed siap merespons ke dua arah—naik atau turun—bergantung pada data yang masuk.
Daly juga menilai memberi “forward guidance” yang terlalu spesifik justru berisiko menyesatkan pasar. Menurutnya, The Fed perlu menunggu ekonomi berkembang sebelum mengunci skenario, terutama di tengah tekanan yang masih berubah-ubah dari energi dan kondisi permintaan.
Pernyataan ini keluar menjelang rapat The Fed pada 16–17 Juni, pertemuan pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh, yang secara luas diperkirakan masih akan menahan suku bunga. Namun lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah disebut mulai merembet ke harga barang lain seperti pupuk dan peralatan, menambah lapisan risiko inflasi.
Data terbaru menunjukkan inflasi favorit The Fed (PCE) naik 3,8% YoY pada April—kenaikan terbesar sejak 2023—sementara pengangguran berada di 4,3%. Dengan kombinasi inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang relatif stabil, makin banyak pejabat yang ingin The Fed menegaskan semua opsi tetap terbuka dalam beberapa bulan ke depan.
Dari sisi pasar, kontrak federal funds futures menunjukkan investor mulai melihat peluang kenaikan suku bunga sebagai skenario yang mungkin terjadi sebelum akhir tahun, meski jalur kebijakan tetap sangat data-dependent.
Di luar isu suku bunga, Daly juga menyinggung AI. Ia mengatakan bukti kenaikan produktivitas dari AI belum terlihat jelas di data ekonomi, tetapi ia tetap optimistis terhadap potensinya. Menurut Daly, manfaat investasi AI masih dalam tahap awal dan “tahun depan” berpotensi menjadi ujian penting apakah produktivitas benar-benar mulai terangkat.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id