Minyak Berbalik Naik, Negosiasi AS–Iran Memanas
Harga minyak bergerak menguat pada Kamis (26/2) setelah muncul sinyal bahwa pembicaraan nuklir AS–Iran masih berlangsung dalam suasana tegang. Sentimen risiko kembali naik karena pasar menilai eskalasi—termasuk potensi konflik militer—dapat mengganggu pasokan dari Iran, salah satu anggota OPEC.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan di atas $65 per barel dan berbalik menghapus penurunan intraday yang sempat mencapai 2,8%. Pergerakan ini terjadi setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran tidak akan mengizinkan uranium yang diperkaya keluar dari negara itu, sebuah isu sensitif yang berpotensi menghambat jalur kompromi dalam negosiasi.
Sebelumnya, harga sempat melemah di awal sesi setelah pejabat Oman—yang berperan sebagai mediator—menyebut “ide-ide kreatif dan positif” telah dipertukarkan. Namun, dengan kedua pihak yang sempat menunda pertemuan untuk jeda dan diskusi dijadwalkan berlanjut pada hari yang sama, pasar kembali memusatkan perhatian pada risiko kebuntuan menjelang tenggat waktu Presiden AS Donald Trump untuk mencapai kesepakatan.
Pada pukul 10:43 waktu New York, WTI pengiriman April naik 0,90% ke $66,01/barel, sementara Brent penyelesaian April menguat 1,3% ke $71,75/barel. Fokus pasar kini tertuju pada headline lanjutan dari Jenewa—karena setiap sinyal “keras” dari salah satu pihak dapat memperbesar premi risiko dan mendorong volatilitas harga dalam jangka pendek. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id