The Fed Mulai Beda Suara
Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan bahwa sinyal dari pejabat bank sentral mengenai arah suku bunga ke depan masih bisa menjadi alat yang berguna, selama digunakan dengan hati-hati. Pernyataan ini disampaikan Waller dalam sebuah konferensi di Roma yang disponsori oleh Bank of Italy pada Senin (6/7).
Komentar Waller muncul ketika Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, ingin mengurangi penggunaan forward guidance atau panduan arah kebijakan ke depan. Warsh lebih memilih pendekatan yang fleksibel dan menyesuaikan keputusan suku bunga berdasarkan perkembangan data ekonomi terbaru.
Menurut Waller, forward guidance pernah menjadi alat penting saat lonjakan inflasi era pandemi. Ketika The Fed memberi sinyal bahwa suku bunga akan dinaikkan, kondisi keuangan langsung mengetat bahkan sebelum kenaikan suku bunga benar-benar dilakukan.
Namun, Waller juga mengakui bahwa forward guidance tidak selalu membantu. Ia menilai pejabat The Fed pernah terlalu kaku dalam menggunakan sinyal kebijakan, terutama pada 2020 dan 2021 ketika bank sentral memberi isyarat bahwa suku bunga akan tetap rendah, meski inflasi mulai melonjak.
Pernyataan ini menunjukkan adanya perbedaan pendekatan di dalam The Fed. Bulan lalu, The Fed mempertahankan suku bunga, tetapi sejumlah pejabat mulai mendukung peluang kenaikan tahun ini setelah inflasi mencapai laju tertinggi sejak 2023. Dari 18 pejabat, setengahnya memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga tahun ini, sementara Warsh menolak memberi proyeksi karena tidak menyukai forward guidance. (arl)
Sumber : Newsmaker.id