• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

30 January 2026 18:21  |

Rumor Suksesi The Fed Beri Angin Segar ke Dolar

Dolar AS menguat pada perdagangan Jumat (30/1), memangkas pelemahan minggu ini, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan segera mengumumkan nominee Ketua Federal Reserve—dengan laporan pasar mengarah pada Kevin Warsh sebagai kandidat terkuat. Indeks dolar (DXY) naik 0,37% ke 96,48, sementara euro turun ke $1,1932, sterling melemah ke $1,3765, dan dolar naik 0,5% terhadap yen ke 153,88.

Penguatan dolar hari ini terutama didorong faktor fundamental berbasis “headline”. Pasar menilai penunjukan Warsh—mantan gubernur The Fed—dapat mengurangi ketidakpastian arah kebijakan moneter yang sudah berbulan-bulan menggantung. Sejumlah pelaku pasar menilai Warsh termasuk opsi yang relatif “lebih kredibel” dan dapat memberi sinyal bagaimana kebijakan akan berjalan setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei.

Namun, rebound ini belum mengubah konteks besarnya: dolar masih berada di jalur penurunan mingguan kedua beruntun—Reuters mencatat DXY “memangkas” pelemahan dan masih mengarah turun sekitar 0,9% dalam sepekan. Dolar juga sempat menyentuh level terendah 4 tahun di awal pekan.

Selain faktor “calon bos The Fed”, dolar ikut mendapat angin dari perkembangan politik domestik AS: parlemen AS dilaporkan mencapai kesepakatan untuk mencegah penutupan pemerintah (shutdown), membantu menstabilkan mata uang yang sempat tertekan oleh kombinasi ketegangan global dan isu domestik.

Dari sisi perilaku pasar, penguatan hari ini juga dibaca sebagai short-covering jelang akhir pekan. Reuters mengutip analis ANZ yang menilai pelaku pasar cenderung mengurangi posisi besar menghadapi arus berita yang terus deras—terutama setelah posisi “short dollar” sempat menghasilkan cuan dalam beberapa sesi terakhir.

Tekanan geopolitik dan risiko tarif ikut membuat pasar lebih “defensif”. Reuters melaporkan ketegangan dengan Iran masih membara, AS mengirim kapal perang tambahan ke Timur Tengah, dan Trump menyebut akan berbicara dengan pemimpin di Teheran. Di saat yang sama, Gedung Putih menyebut Trump menandatangani perintah eksekutif terkait tarif untuk negara yang memasok minyak ke Kuba, serta kembali mengancam tarif baru pada Kanada.

Sementara itu, respons lintas-aset menguatkan cerita yang sama: ketika rumor Warsh menguat, pasar masuk mode risk-off—dolar dan yield obligasi AS naik, sementara aset berisiko dan sebagian komoditas melemah.

Fokus berikutnya adalah pengumuman resmi Trump soal kandidat Ketua The Fed. Jika Warsh benar ditunjuk, sebagian pelaku pasar memperkirakan arah kebijakan bisa lebih “hawkish di margin”—bukan semata soal level suku bunga, tetapi juga soal preferensi pada pengetatan likuiditas (misalnya neraca The Fed) yang berpotensi menopang dolar.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

$5.000 Ditembus! Investor Kabur dari Dolar & Obligasi

Harga emas menembus $5.000 per ons dan mencetak rekor baru di awal pekan, saat investor berbondong-bondong mencari aset aman ...

26 January 2026 11:35
ANALYSIS & OPINION

Prospek 2026: 4 Aset, 1 Pertanyaan Besar—Risk On atau Risk...

Arah pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan ditentukan oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tren penurunan...

28 December 2025 12:20
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
BIAS23.com NM23 Ai