• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

28 December 2025 12:20  |

Prospek 2026: 4 Aset, 1 Pertanyaan Besar—Risk On atau Risk Off?

Arah pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan ditentukan oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tren penurunan suku bunga, serta ketidakpastian geopolitik dan perdagangan. Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia 3,1% pada 2026, turun tipis dari 2025, menandakan ekonomi masih ekspansif namun tidak sekuat fase pemulihan sebelumnya.

Di Amerika Serikat, jalur kebijakan moneter kembali menjadi “kompas” utama bagi valuasi aset berisiko maupun komoditas. Materi proyeksi FOMC per 10 Desember 2025 menunjukkan median proyeksi suku bunga kebijakan (federal funds rate) berada di sekitar 3,4% pada akhir 2026, memperkuat asumsi pasar bahwa fase pelonggaran masih mungkin berlanjut jika inflasi terus mereda.

Emas: “safe haven” yang masih punya tenaga

Emas memasuki 2026 dengan modal fundamental yang relatif solid: suku bunga berpotensi turun, dolar berpeluang melemah, dan permintaan lindung nilai tetap hidup di tengah risiko geopolitik dan fragmentasi perdagangan. Di penghujung 2025, harga emas kembali menorehkan rekor tertinggi, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga serta permintaan safe haven.

World Gold Council (WGC) menilai 2026 berpotensi menjadi tahun yang “penuh kejutan”: dalam skenario pertumbuhan melambat dan suku bunga turun lebih jauh, emas bisa mencatat kenaikan moderat; sementara pada skenario perlambatan lebih tajam disertai kenaikan risiko global, emas berpeluang tampil lebih kuat.

Namun, setelah reli besar pada 2025, pelaku pasar juga akan mencermati apakah kenaikan 2026 akan berlanjut mulus atau memasuki fase konsolidasi. Faktor kunci yang dipantau meliputi arah real yields, dinamika dolar, dan keberlanjutan permintaan dari investor institusi serta bank sentral.

Perak: dorongan ganda dari industri dan investasi

Jika emas adalah “asuransi” ketidakpastian, perak membawa karakter ganda: logam mulia sekaligus logam industri. Tahun 2025 menjadi periode lonjakan tajam perak, dengan harga menembus rekor baru di akhir Desember, di tengah narasi defisit pasokan dan meningkatnya permintaan industri.

Salah satu alasan mengapa perak dinilai tetap menarik menuju 2026 adalah struktur pasokannya yang relatif kaku. Banyak produksi perak berasal dari produk sampingan penambangan logam lain, sehingga kenaikan harga perak tidak otomatis mendorong pasokan meningkat cepat. Di sisi permintaan, peran perak dalam rantai pasok teknologi—termasuk elektronik dan energi—membuatnya sensitif terhadap siklus industri. Beberapa pelaku pasar juga menyoroti tren defisit fisik yang berulang dalam beberapa tahun terakhir sebagai penopang harga.

Meski begitu, volatilitas perak secara historis lebih tinggi daripada emas. Pada 2026, perak berpotensi paling “meledak” di skenario suku bunga turun dan aktivitas manufaktur global membaik; sebaliknya bisa cepat terkoreksi bila sentimen risiko berubah mendadak.

Minyak: bayang-bayang oversupply melawan risiko gangguan suplai

Prospek minyak pada 2026 diperkirakan lebih ditentukan oleh fundamental keseimbangan pasokan–permintaan ketimbang sekadar headline geopolitik. International Energy Agency (IEA) dalam laporan Desember 2025 menyatakan pasokan minyak global masih berada di jalur kenaikan, dengan proyeksi pasokan naik sekitar 2,4 juta barel per hari pada 2026.

Kenaikan pasokan yang lebih cepat dibanding pertumbuhan permintaan membuka ruang bagi narasi surplus, yang biasanya menekan harga dan membuat reli minyak sulit bertahan lama tanpa pemangkasan produksi tambahan. Namun pasar juga menilai risiko tetap asimetris: gangguan pada jalur logistik strategis, sanksi, atau konflik yang benar-benar memukul suplai fisik dapat memicu lonjakan harga mendadak—meski sifatnya sering sementara bila persediaan global masih longgar.

Saham global: “trifecta” 2026—suku bunga, laba, dan AI

Untuk pasar saham, 2026 diproyeksikan sebagai tahun yang ditentukan oleh biaya uang (rate cuts), kekuatan laba korporasi, dan belanja AI. Reuters melaporkan bahwa menjaga momentum reli ke 2026 akan sangat bergantung pada kombinasi optimisme AI, profit yang kuat, serta Federal Reserve yang cukup dovish—namun masih dibayangi faktor seperti tarif dan dinamika politik AS.

Survei strategis dan target broker besar juga cenderung memperkirakan indeks saham utama masih bisa naik hingga akhir 2026, meski banyak yang menilai sulit mengulang performa sangat kuat seperti tahun sebelumnya—dengan risiko koreksi tetap terbuka di beberapa fase tahun berjalan.

Di sisi lain, lembaga internasional mengingatkan bahwa ketahanan pertumbuhan global bisa diuji oleh kebijakan tarif dan ketidakpastian perdagangan—sebuah faktor yang dapat memperlebar volatilitas dan memicu rotasi sektor (dari growth ke defensif, atau sebaliknya) tergantung arah data ekonomi.

Apa yang paling dipantau pasar di awal 2026?

Pelaku pasar umumnya akan menunggu konfirmasi dari tiga klaster data:

Inflasi & tenaga kerja AS (menentukan seberapa cepat pemangkasan suku bunga berlanjut).

Data industri & arus investasi logam mulia (menguji apakah reli emas–perak hanya euforia atau ditopang fundamental).

Kebijakan produksi & realisasi pasokan minyak (apakah surplus benar-benar terjadi atau teredam oleh pemangkasan/risiko geopolitik). (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

Prospek 2026: 4 Aset, 1 Pertanyaan Besar—Risk On atau Risk...

Arah pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan ditentukan oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tren penurunan...

28 December 2025 12:20
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
BIAS23.com NM23 Ai