• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

30 January 2026 17:27  |

Sentimen The Fed Bikin Emas Kehilangan Momentum

Harga emas mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru. Tekanan muncul ketika pasar ramai berspekulasi bahwa The Fed bisa dipimpin figur yang lebih “hawkish”, memicu rebound dolar dan mendorong aksi ambil untung besar-besaran setelah reli emas yang “parabolik” sepanjang Januari.

Emas spot sempat turun 6% lebih ke $4.940,61/oz, setelah sempat jatuh lebih dari 5% di awal sesi. Penurunan ini terjadi hanya sehari setelah emas menyentuh all-time high $5.594,82/oz pada Kamis. Meski drop-nya brutal, emas masih berada di jalur kenaikan >20% sepanjang Januari—terkuat sejak 1982 dan menandai bulan keenam beruntun mencetak kenaikan.

Fundamental: 3 pemicu utama kejatuhan

Pertama, “headline shock” soal kursi Ketua The Fed. Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mengumumkan pilihannya untuk menggantikan Jerome Powell pada Jumat, dan pasar makin kencang berspekulasi nama Kevin Warsh (eks pejabat The Fed) berada di posisi teratas. Dalam konteks pasar, rumor “bos baru lebih hawkish” biasanya diterjemahkan sebagai likuiditas lebih ketat dan yield berpotensi naik, yang jadi angin lawan buat emas.

Kedua, dolar bangkit dari level rendah multi-tahun. Reuters mencatat dolar pulih (meski masih mengarah ke penurunan mingguan kedua), sebagian terbantu oleh keputusan The Fed yang sebelumnya menahan suku bunga. Dolar yang menguat membuat emas (yang dihargakan dalam USD) jadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS—demand langsung melunak.

Ketiga, pasar sudah “overbought” dan rentan koreksi. Tim Waterer (KCM Trade) menyebut kombinasi ekspektasi ketua The Fed yang kurang dovish, rebound dolar, dan emas yang mulai “memberi jalan” karena overbought ikut mempercepat penurunan. Dengan reli Januari yang sangat cepat, begitu ada pemicu, banyak posisi spekulatif serentak keluar.

Konteks: reli emas terlalu cepat, koreksi jadi “keras”

Sebelum kejatuhan hari ini, emas memang sudah lari jauh. Rabu (28/1) emas sempat naik sekitar 4% dan mendekati $5.400/oz, dengan analis menyebut reli logam mulia seperti “punya hidup sendiri” namun tetap overbought dan vulnerable terhadap koreksi.

Lebih awal lagi, emas menembus $5.000 untuk pertama kalinya pada Senin dan melanjutkan lonjakan pada Selasa sampai $5.181,84/oz.

Efek domino: perak, platinum, palladium ikut rontok

Koreksi tidak terjadi di emas saja. Perak turun 6,1% ke $109,03/oz, setelah kemarin menyentuh rekor $121,64. Platinum jatuh 7,1% ke $2.443,65, sementara palladium turun 7,3% ke $1.860,0.

Teknis: level-level yang jadi “medan perang” setelah dump

Secara teknikal, pola hari ini cocok dengan blow-off top: harga cetak rekor, lalu langsung ditolak keras—tanda pasar mulai kehabisan tenaga beli jangka pendek. Dua area yang biasanya jadi sinyal arah berikutnya:

Zona resistance (atas): area $5.300–$5.400 (wilayah yang kemarin hampir ditembus) dan puncak $5.594,82 sebagai rekor yang jadi “ceiling”.

Zona support (bawah): area psikologis $5.000 (bekas breakout besar pekan ini) dan area rekor lama $4.917,65 (yang dulu jadi puncak pada 22 Jan). Jika koreksi berlanjut, pasar biasanya memantau area-area bekas “breakout” ini untuk melihat apakah buyer balik masuk.

Yang paling ditunggu pasar berikutnya

Fokus utama sekarang adalah pengumuman resmi pilihan Ketua The Fed dan bagaimana pasar menerjemahkannya ke dolar dan ekspektasi suku bunga. Reuters juga menulis pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026—jadi volatilitas bisa tetap tinggi karena narasi bisa berubah cepat.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

 

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

$5.000 Ditembus! Investor Kabur dari Dolar & Obligasi

Harga emas menembus $5.000 per ons dan mencetak rekor baru di awal pekan, saat investor berbondong-bondong mencari aset aman ...

26 January 2026 11:35
ANALYSIS & OPINION

Prospek 2026: 4 Aset, 1 Pertanyaan Besar—Risk On atau Risk...

Arah pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan ditentukan oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tren penurunan...

28 December 2025 12:20
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
BIAS23.com NM23 Ai