
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin menguat pada perdagangan Jumat (11/9) setelah data inflasi Amerika Serikat secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar. BTC naik sekitar 1,9% ke US$78.914,6, meski masih berada di jalur mencatat penurunan hampir 2% sepanjang pekan dan mengakhiri tiga pekan kenaikan berturut-turut.
Consumer Price Index (CPI) AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, sesuai perkiraan dan meningkat dari 0,1% pada Juli. Secara tahunan, inflasi bertahan di 3,4%. Kenaikan terutama didorong harga bensin yang melonjak 3,9%, sementara indeks energi secara keseluruhan naik 2,1%.
Namun, Core CPI justru memberikan sinyal lebih hawkish. Inflasi inti naik 0,3% secara bulanan, lebih tinggi dari perkiraan 0,2%, sementara secara tahunan melambat ke 2,4% dari 2,5%. Indikator supercore yang mencakup jasa di luar energi dan perumahan juga naik 0,5% secara bulanan dan 3% secara tahunan.
Hasil tersebut membuat pasar semakin yakin Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pekan depan. Probabilitas kenaikan 25 basis poin melonjak menjadi sekitar 86%, dari sekitar 70% sebelum data dirilis. Prospek suku bunga yang lebih tinggi tetap menjadi risiko utama bagi aset berisiko seperti kripto.
Meski demikian, mayoritas altcoin ikut menguat. Ether melonjak lebih dari 6% ke US$2.610,17, XRP naik 3,3%, Solana menguat 3,9%, Cardano naik sekitar 1%, sementara BNB bertambah 3,3%. Dogecoin naik 3,5%, menunjukkan adanya pemulihan risk appetite setelah kekhawatiran terhadap lonjakan CPI yang lebih ekstrem tidak terwujud.
Risiko geopolitik tetap membatasi reli. Konflik AS–Iran serta ketegangan Houthi–Saudi masih menjaga harga minyak tinggi setelah melonjak lebih dari 11% sepanjang pekan. Kondisi tersebut mempertahankan risiko inflasi energi dan membuka peluang bank sentral utama mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.
Analisa Newsmaker: rebound Bitcoin dan altcoin menunjukkan pasar lega karena headline CPI tidak melampaui ekspektasi. Namun, kenaikan Core CPI 0,3% dan lonjakan probabilitas hike The Fed ke 86% membuat reli masih rapuh. Selama yield dan dolar tetap tinggi serta konflik Timur Tengah belum mereda, upside kripto kemungkinan tetap terbatas meski momentum jangka pendek membaik. (arl)
Sumber : Newsmaker.id