
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat (11/9), mengakhiri empat sesi penurunan berturut-turut setelah lonjakan harga minyak dan yield Treasury mulai mereda. S&P 500 naik 0,9%, Nasdaq menguat 0,9%, sementara Dow Jones melonjak 509 poin.
Yield Treasury jangka panjang turun dari level tertinggi beberapa tahun terakhir setelah harga bahan bakar tidak lagi memperpanjang reli tajam pekan ini. Sebelumnya, konflik AS–Iran di kawasan Teluk mendorong lonjakan minyak dan memperbesar kekhawatiran terhadap inflasi, dengan CPI AS berada di 3,4% pada Agustus.
Meski tekanan pasar mereda, investor masih memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Ekspektasi tersebut tetap menjadi risiko bagi saham-saham sensitif terhadap biaya pendanaan, meskipun penurunan yield memberikan ruang bagi rebound pada sektor teknologi dan finansial.
Saham Alphabet naik 1,8%, Amazon menguat 1,9%, dan JPMorgan bertambah 0,8%. Saham chip juga menguat, dengan AMD naik 2,5% dan Intel 2,6%. Dell melonjak 11,9% ke rekor tertinggi setelah RBC memulai cakupan dengan rekomendasi Outperform, sementara Oracle turun 1,8% meski melaporkan kinerja kuat.
Secara mingguan, tekanan belum sepenuhnya hilang. S&P 500 masih turun 0,6%, Nasdaq melemah 0,7%, sementara Dow kehilangan 426 poin sepanjang pekan.
Analisa Newsmaker: rebound Jumat menunjukkan pasar mendapat ruang bernapas setelah oil shock dan lonjakan yield mereda. Namun, risiko utama tetap berasal dari inflasi energi dan kebijakan The Fed. Jika harga minyak kembali melonjak atau bank sentral memberikan sinyal pengetatan lebih agresif, tekanan terhadap saham AS berpotensi kembali muncul.
Sumber: Newsmaker.id