
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat menguat tipis pada perdagangan Jumat setelah data inflasi konsumen memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pekan depan. Dollar Index naik sekitar 0,1% ke level 99,13, meski secara mingguan pergerakannya relatif terbatas.
Consumer Price Index (CPI) AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, sesuai perkiraan dan meningkat dari 0,1% pada Juli. Sementara Core CPI naik 0,3%, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 0,2% dan juga lebih cepat dari kenaikan 0,2% pada bulan sebelumnya.
Secara tahunan, headline CPI bertahan di 3,4%, sedangkan Core CPI melambat menjadi 2,4% dari 2,5%. Meski inflasi inti tahunan turun, kenaikan bulanan yang lebih kuat menunjukkan tekanan harga dasar belum sepenuhnya mereda.
Data tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat tajam. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan 25 basis poin pada pertemuan berikutnya melonjak menjadi hampir 87%, dari sekitar 69% sebelum CPI dirilis. Prospek suku bunga lebih tinggi memberikan dukungan bagi dolar.
Namun, penguatan greenback secara mingguan tetap terbatas karena investor juga memperhatikan kenaikan yield Treasury dan penguatan tajam yen Jepang. Pergerakan obligasi tetap menjadi faktor penting bagi arah dolar menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve.
Analisa Newsmaker: CPI Agustus memberikan sinyal hawkish terutama melalui Core CPI bulanan yang melampaui ekspektasi. Selama pasar mempertahankan probabilitas kenaikan bunga mendekati 90%, DXY berpotensi tetap bertahan di atas 99 dan mencoba mendekati area 100. Namun, arah dolar selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan serta panduan kebijakan The Fed pekan depan.
Sumber: newsmaker.id