
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Pasar mata uang kripto bergerak dalam tekanan pada sesi Eropa Jumat (11/9), ketika investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko menjelang rilis Consumer Price Index (CPI) AS. Bitcoin diperdagangkan sekitar US$77.069 atau turun sekitar 2,6%, masih kesulitan kembali menembus level psikologis US$80.000.
Tekanan juga terlihat pada mayoritas altcoin utama. Ethereum bergerak sekitar US$2.445 atau melemah 1,8%, XRP turun sekitar 4,3% ke US$1,36, sementara Solana merosot sekitar 4,3% ke area US$99,3. BNB berada di sekitar US$709 dengan pelemahan sekitar 4,9%, sedangkan Dogecoin menjadi salah satu yang tertekan paling dalam dengan penurunan sekitar 6,1% ke US$0,0835.
Sentimen negatif terutama datang dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pasar memperkirakan peluang sekitar 67%–70% untuk kenaikan 25 basis poin pekan depan setelah data PPI menunjukkan tekanan inflasi produsen masih tinggi. Yield Treasury AS tenor 10 tahun juga bertahan dekat 5%, sekitar 4,95%, membuat aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto menjadi kurang menarik dibandingkan obligasi.
Harga energi turut memperbesar tekanan. Brent masih berada di sekitar US$105–US$106 per barel meski terkoreksi dari hampir US$110, setelah konflik AS–Iran dan gangguan jalur pelayaran Timur Tengah mendorong kekhawatiran inflasi. Minyak yang tinggi berpotensi membuat bank sentral mempertahankan kebijakan ketat lebih lama, sebuah kondisi yang secara fundamental kurang mendukung Bitcoin dan altcoin.
Fokus pasar kini sepenuhnya tertuju pada CPI AS. Jika inflasi inti lebih panas dari perkiraan, peluang kenaikan bunga The Fed dapat meningkat dan mendorong yield serta dolar lebih tinggi, sehingga Bitcoin berisiko kembali mendapat tekanan. Sebaliknya, CPI yang lebih lunak dapat menurunkan yield dan memberi ruang rebound terhadap BTC, Ethereum, serta altcoin utama.
Analisa Newsmaker: pasar kripto memasuki sesi Eropa dengan bias defensif. Bitcoin masih bertahan di sekitar US$77 ribu, tetapi altcoin menunjukkan tekanan yang lebih besar karena sensitivitasnya terhadap perubahan likuiditas dan suku bunga. Selama yield Treasury tetap dekat 5% dan ekspektasi kenaikan bunga The Fed tinggi, pemulihan kripto kemungkinan masih terbatas. CPI AS malam ini berpotensi menjadi katalis utama yang menentukan apakah Bitcoin kembali menguji US$80.000 atau justru melanjutkan tekanan. (arl)
Sumber: Newsmaker.id