
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Bursa Hong Kong kembali melemah pada perdagangan Jumat (11/9), tertekan oleh lonjakan harga minyak, kenaikan yield obligasi global, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi. Hang Seng Index turun sekitar 1% atau 257 poin ke level 24.691, memperpanjang pelemahan sepanjang pekan.
Tekanan terbesar datang dari pasar energi setelah Brent bergerak di atas US$109 per barel. Gangguan pada sejumlah jalur pelayaran penting di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan memperbesar risiko inflasi bertahan tinggi lebih lama.
Kenaikan minyak turut mendorong ekspektasi kebijakan moneter global tetap ketat. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak mendekati level 5%, sehingga meningkatkan biaya pendanaan dan menekan valuasi saham, terutama perusahaan teknologi yang sensitif terhadap kenaikan suku bunga.
Investor juga bersikap hati-hati menjelang rilis Consumer Price Index (CPI) AS untuk Agustus. Data tersebut menjadi perhatian utama setelah PPI menunjukkan tekanan harga produsen meningkat, sehingga memperbesar ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan.
Saham teknologi dan finansial menjadi pemberat utama pasar. Tencent turun 1,3%, MiniMax melemah 2,2%, SMIC merosot 2,6%, Xiaomi turun 0,9%, sementara AIA Group kehilangan 0,9%. Di tengah tekanan terhadap saham AI Hong Kong, startup China Moonshot dilaporkan mempertimbangkan pencatatan saham ganda di Hong Kong dan Shanghai.
Hang Seng masih menghadapi kombinasi sentimen negatif dari lonjakan minyak, yield AS yang mendekati 5%, dan risiko kenaikan bunga The Fed. Jika CPI AS kembali panas, tekanan terhadap saham teknologi dan aset berisiko berpotensi berlanjut. Sebaliknya, inflasi yang lebih lunak dapat menurunkan yield dan membuka peluang pemulihan pasar.