
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Jumat (11/9) setelah reli tajam dalam beberapa sesi terakhir. Brent bergerak sekitar US$105,36 per barel, turun dari level mendekati US$110 yang sempat disentuh sebelumnya, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada sekitar US$100,69 per barel.
Pelemahan terbaru lebih mencerminkan koreksi teknikal setelah harga minyak mengalami lonjakan tajam. Meski demikian, Brent dan WTI masih berada di level tinggi dan menuju kenaikan mingguan kuat karena konflik Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Risiko geopolitik tetap menjadi penopang utama. Pejabat AS dilaporkan mulai mempertimbangkan kemungkinan perang berlangsung dalam waktu panjang, sementara Iran tetap menunjukkan kesiapan melanjutkan konflik meski menghadapi tekanan ekonomi. Teheran juga mengklaim telah memulihkan kemampuan misilnya dan siap meningkatkan serangan terhadap target AS maupun negara Teluk jika Washington meningkatkan operasi militernya.
Di sisi lain, prospek permintaan memberikan tekanan terhadap harga. OPEC kembali memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026 menjadi hanya 380.000 barel per hari, menandai revisi turun kelima berturut-turut. Produksi kelompok tersebut juga turun sekitar 640.000 barel per hari pada Agustus.
Pasokan dari Rusia ikut menjadi perhatian setelah International Energy Agency memangkas proyeksi produksi minyak mentah Rusia 2026 sebesar 125.000 barel per hari menjadi sekitar 8,7 juta barel per hari. Penurunan tersebut dikaitkan dengan serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia yang terus berlanjut.
Analisa Newsmaker: koreksi Brent dari area US$110 belum otomatis mengubah fundamental minyak menjadi bearish. WTI yang masih bertahan di atas US$100 menunjukkan premi risiko pasokan tetap besar. Namun, revisi turun permintaan OPEC dapat membatasi reli jika tensi geopolitik mereda. Sebaliknya, gangguan baru terhadap Hormuz, Bab al-Mandeb, atau produksi Rusia dapat kembali mendorong harga minyak lebih tinggi. (arl)
Sumber: Newsmaker.id