CPI Jinak, Wall Street Langsung Ngegas
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (14/7) setelah data inflasi keluar lebih rendah dari perkiraan. Data ini membuat pasar semakin yakin bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan ini.
Indeks S&P 500 naik 0,4%, Nasdaq menguat 1,1%, sementara Dow Jones bergerak naik tipis. Penguatan terjadi karena inflasi utama dan inflasi inti sama-sama melambat, sehingga mampu meredam kekhawatiran dari kenaikan harga energi akibat konflik AS-Iran.
Saham chip kembali menjadi motor penguatan setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya. Nvidia melonjak 4,1%, Broadcom naik 1,3%, dan Micron menguat 4,9%. Rebound ini menunjukkan minat investor terhadap sektor teknologi dan AI masih cukup kuat.
Sektor perbankan juga ikut pulih setelah sebelumnya sempat melemah. JPMorgan naik 2,5% setelah mencatat laba kuartalan terkuat sepanjang sejarah perusahaan. Bank of America menguat 1,8%, sementara Citi justru turun 5,3% setelah merilis laporan keuangannya.
Goldman Sachs menjadi salah satu pemenang besar dengan lonjakan 9% setelah kinerjanya melampaui estimasi pasar. Namun, IBM anjlok 25,2% setelah gagal memenuhi ekspektasi dan memperingatkan pelemahan belanja klien, karena banyak perusahaan lebih memprioritaskan investasi pada chip dan memori.
Dampaknya ke market, Wall Street mendapat dorongan kuat dari CPI yang lebih dingin dan turunnya peluang kenaikan suku bunga The Fed. Namun, investor tetap perlu mencermati harga minyak dan konflik Timur Tengah karena jika tekanan energi kembali naik, kekhawatiran inflasi bisa muncul lagi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id