• Wed, Jul 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

15 July 2026 03:29  |

Dolar Tersandung CPI Dingin

Indeks Dolar AS melemah pada perdagangan Selasa (14/7) setelah data inflasi Amerika Serikat keluar lebih rendah dari perkiraan. DXY turun sekitar 0,4% ke level 100,90, karena pasar menilai tekanan inflasi mulai mereda dan peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat ikut menurun.

Data CPI AS menunjukkan inflasi utama turun 0,4% secara bulanan pada Juni dan melambat ke 3,5% secara tahunan. Sementara itu, core CPI tidak berubah secara bulanan dan turun ke 2,6% secara tahunan. Angka ini memberi sinyal bahwa tekanan harga mulai lebih terkendali.

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menyebut laporan inflasi kali ini cukup mengejutkan karena terlihat jinak, terutama dari komponen jasa. Namun, ia mengingatkan pasar agar tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan hanya dari satu data, karena The Fed masih membutuhkan beberapa laporan serupa untuk lebih yakin bahwa inflasi benar-benar turun.

Pelemahan dolar mendorong penguatan mata uang utama lainnya. EUR/USD naik menuju 1,1420, GBP/USD menguat ke sekitar 1,3390, sementara AUD/USD melonjak ke area 0,6970 karena terbantu pelemahan dolar dan kenaikan harga komoditas. USD/JPY turun ke sekitar 162,20, meski yen masih berada dekat level terlemah multi-dekade.

Di pasar komoditas, WTI naik sekitar 2,1% ke dekat US$79,60 per barel akibat kekhawatiran geopolitik setelah Presiden Donald Trump mengumumkan blokade baru terhadap kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran. Sementara itu, emas ikut menguat sekitar 1,3% ke area US$4.053, didukung dolar yang melemah, data inflasi yang lebih dingin, dan ketidakpastian pasokan energi global.

Fokus pasar berikutnya tertuju pada data Producer Price Index atau PPI AS, Empire State Manufacturing Index, hari kedua testimoni Ketua The Fed Kevin Warsh, serta Beige Book The Fed. Jika data lanjutan tetap menunjukkan inflasi mereda, dolar bisa tetap tertekan. Namun, jika harga minyak terus naik, kekhawatiran inflasi energi masih bisa kembali membatasi pelemahan dolar.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai