CPI Adem, Emas Kembali Berlari
Harga emas menguat lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (14/7) setelah data inflasi Amerika Serikat keluar lebih rendah dari perkiraan. Data tersebut membuat pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Emas spot naik 1,2% ke level US$4.046,64 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak 1 Juli. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat 1,6% dan ditutup di level US$4.069,70 per troy ounce.
Kenaikan emas juga didukung oleh melemahnya dolar AS sebesar 0,3%. Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia.
Data CPI AS menunjukkan inflasi tahunan melambat ke 3,5% pada Juni, turun dari 4,2% pada Mei. Yang lebih penting, core CPI secara bulanan tidak berubah, lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 0,2%. Angka ini memberi sinyal bahwa tekanan inflasi inti mulai mereda.
Setelah data tersebut dirilis, pelaku pasar mulai keluar dari taruhan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 28–29 Juli. Dampaknya, emas mendapat dorongan karena prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan aset tanpa imbal hasil seperti emas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id