Wall Street Menguat, CPI Dingin Jadi Angin Segar
Bursa saham AS menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (14/7) setelah data inflasi Juni keluar lebih rendah dari perkiraan. Sentimen pasar membaik karena inflasi yang lebih dingin menurunkan kekhawatiran bahwa The Fed akan segera menaikkan suku bunga.
Indeks S&P 500 naik 0,3%, sementara Nasdaq Composite menguat 0,6%. Dow Jones Industrial Average bertambah 76 poin atau 0,2%, ditopang oleh kenaikan saham Goldman Sachs yang melonjak 6% setelah membukukan kinerja laba lebih baik dari perkiraan.
Data Consumer Price Index atau CPI AS turun 0,4% secara bulanan pada Juni, membuat inflasi tahunan turun ke 3,5%. Angka ini lebih rendah dari perkiraan ekonom yang sebelumnya memperkirakan CPI turun 0,2% secara bulanan dan inflasi tahunan berada di 3,8%.
Setelah data tersebut dirilis, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Juli ikut menurun. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli turun menjadi 17%, dari 42% pada hari sebelumnya.
Meski begitu, pasar belum sepenuhnya melepas kekhawatiran terhadap suku bunga. Trader masih melihat peluang 63% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September, baik sebesar 25 basis poin maupun 50 basis poin.
Kenaikan Wall Street juga masih tertahan karena investor kembali mencermati harga minyak yang naik dan menunggu komentar Ketua The Fed Kevin Warsh. Jika minyak terus menguat, risiko inflasi energi bisa kembali membayangi pasar meskipun data CPI terbaru menunjukkan tekanan harga mulai mereda. (arl)
Sumber : Newsmaker.id