Bursa Eropa Tutup Pekan di Zona Merah
Bursa saham Eropa ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (26/6), tertekan oleh pelemahan sektor perbankan, otomotif, dan perusahaan yang memiliki eksposur terhadap infrastruktur kecerdasan buatan. Euro STOXX 50 turun 0,9% ke level 6.212, sementara STOXX Europe 600 melemah 0,7% ke 635,5.
Secara mingguan, Euro STOXX 50 turun sekitar 1,2%, sementara STOXX Europe 600 relatif tidak banyak berubah dibandingkan penutupan Jumat sebelumnya. Tekanan pada akhir pekan menunjukkan bahwa sentimen investor terhadap saham Eropa kembali rapuh setelah reli teknologi global mulai kehilangan tenaga.
Saham-saham chip menjadi salah satu pemberat utama pasar. Reli semikonduktor yang sebelumnya dipicu oleh panduan kuat Micron di Amerika Serikat berbalik melemah, karena investor kembali meragukan daya tahan AI trade. Infineon turun 4,3%, sementara ASML melemah 1%. Siemens Energy, yang memiliki eksposur besar terhadap kebutuhan daya untuk operasi data center, juga merosot 5,6%.
Tekanan pada sektor AI dan chip terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa belanja besar untuk infrastruktur kecerdasan buatan dapat menekan margin perusahaan. Investor mulai mempertanyakan apakah pertumbuhan pendapatan dari AI mampu menyeimbangkan valuasi tinggi dan kebutuhan modal yang semakin besar.
Sektor perbankan Eropa juga turun tajam, meskipun harga minyak kembali melemah dan memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa atau ECB dapat menahan diri dari kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. Deutsche Bank turun 2,7%, sementara BNP Paribas dan BBVA masing-masing melemah hampir 2%.
Di sektor otomotif, Volkswagen menjadi sorotan setelah sahamnya turun 3,9%. Pelemahan terjadi setelah laporan menyebut perusahaan dapat memangkas hingga 100.000 pekerjaan dan menutup empat pabrik sebagai bagian dari restrukturisasi terbesar sejauh ini. Rencana tersebut mencerminkan tekanan besar yang dihadapi produsen otomotif Eropa, mulai dari persaingan kendaraan listrik China, biaya produksi tinggi, hingga kebutuhan efisiensi besar-besaran.
Dengan kombinasi tekanan dari saham chip, bank, dan otomotif, bursa Eropa menutup pekan dengan sentimen lemah. Ke depan, investor akan mencermati apakah pelemahan teknologi global hanya koreksi sementara atau awal dari penilaian ulang yang lebih dalam terhadap AI trade. Selain itu, arah harga minyak, kebijakan ECB, dan perkembangan restrukturisasi sektor otomotif akan tetap menjadi fokus pasar.(yds)
Sumber: Newsmaker.id