Wall Street Pangkas Kerugian Setelah Harga Minyak Turun
Bursa saham Amerika Serikat memangkas pelemahan pada perdagangan Jumat (26/6) setelah penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average berbalik ke zona positif, dengan Dow berpotensi ditutup di rekor tertinggi mendekati level 52.100.
Sentimen pasar membaik setelah muncul bukti bahwa kapal tanker masih terus melintasi Selat Hormuz. Arus kapal yang tetap berjalan memberi sinyal bahwa pasokan energi dari Timur Tengah masih dapat bergerak, meskipun sebelumnya sempat muncul kekhawatiran akibat serangan terhadap kapal di kawasan tersebut.
Penurunan harga minyak menjadi faktor penting bagi pasar saham karena dapat membantu menurunkan risiko inflasi energi. Jika harga energi lebih rendah, tekanan terhadap biaya produksi dan harga konsumen bisa berkurang. Kondisi ini juga meredakan kekhawatiran bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunga beberapa kali lagi pada tahun ini.
Saham-saham di sektor ekonomi tradisional ikut menguat. Visa dan Walmart masing-masing naik lebih dari 2%, menunjukkan investor mulai kembali masuk ke sektor yang lebih defensif dan memiliki dukungan konsumsi yang stabil. Eli Lilly juga menjadi sorotan setelah sahamnya melonjak 7% usai Uni Eropa mendukung penggunaan terapi leukemia milik perusahaan tersebut.
Namun, tekanan masih terlihat di sektor teknologi. Nasdaq 100 turun 0,4% karena investor kembali mencermati ketidakpastian terhadap AI trade. Saham chip melemah setelah reli pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh outlook kuat Micron Technology. Saham Micron turun 4%, sementara Sandisk, Lam Research, dan Western Digital melemah hingga 10%.
Aksi jual di saham chip menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati terhadap valuasi tinggi sektor teknologi dan besarnya biaya infrastruktur kecerdasan buatan. Meski laporan Micron sebelumnya memberi sinyal permintaan chip masih kuat, pasar mulai mempertanyakan apakah belanja besar AI dapat terus menopang pertumbuhan laba perusahaan teknologi.
Ke depan, pergerakan Dow juga akan semakin berkaitan dengan sektor teknologi setelah Alphabet dijadwalkan menggantikan Verizon dalam indeks tersebut pada Senin. Perubahan ini membuat indeks blue-chip berpotensi bergerak lebih searah dengan indeks berbasis teknologi, terutama jika volatilitas saham AI dan chip masih tinggi.
Secara keseluruhan, Wall Street masih bergerak di antara dua sentimen besar. Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan mendukung saham-saham tradisional. Namun, tekanan pada sektor teknologi dan chip masih menjadi beban utama bagi Nasdaq dan sentimen pasar secara luas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id