• Sat, Jun 27, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 June 2026 23:50  |

Wall Street Pangkas Kerugian Setelah Harga Minyak Turun

Bursa saham Amerika Serikat memangkas pelemahan pada perdagangan Jumat (26/6) setelah penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average berbalik ke zona positif, dengan Dow berpotensi ditutup di rekor tertinggi mendekati level 52.100.

Sentimen pasar membaik setelah muncul bukti bahwa kapal tanker masih terus melintasi Selat Hormuz. Arus kapal yang tetap berjalan memberi sinyal bahwa pasokan energi dari Timur Tengah masih dapat bergerak, meskipun sebelumnya sempat muncul kekhawatiran akibat serangan terhadap kapal di kawasan tersebut.

Penurunan harga minyak menjadi faktor penting bagi pasar saham karena dapat membantu menurunkan risiko inflasi energi. Jika harga energi lebih rendah, tekanan terhadap biaya produksi dan harga konsumen bisa berkurang. Kondisi ini juga meredakan kekhawatiran bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunga beberapa kali lagi pada tahun ini.

Saham-saham di sektor ekonomi tradisional ikut menguat. Visa dan Walmart masing-masing naik lebih dari 2%, menunjukkan investor mulai kembali masuk ke sektor yang lebih defensif dan memiliki dukungan konsumsi yang stabil. Eli Lilly juga menjadi sorotan setelah sahamnya melonjak 7% usai Uni Eropa mendukung penggunaan terapi leukemia milik perusahaan tersebut.

Namun, tekanan masih terlihat di sektor teknologi. Nasdaq 100 turun 0,4% karena investor kembali mencermati ketidakpastian terhadap AI trade. Saham chip melemah setelah reli pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh outlook kuat Micron Technology. Saham Micron turun 4%, sementara Sandisk, Lam Research, dan Western Digital melemah hingga 10%.

Aksi jual di saham chip menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati terhadap valuasi tinggi sektor teknologi dan besarnya biaya infrastruktur kecerdasan buatan. Meski laporan Micron sebelumnya memberi sinyal permintaan chip masih kuat, pasar mulai mempertanyakan apakah belanja besar AI dapat terus menopang pertumbuhan laba perusahaan teknologi.

Ke depan, pergerakan Dow juga akan semakin berkaitan dengan sektor teknologi setelah Alphabet dijadwalkan menggantikan Verizon dalam indeks tersebut pada Senin. Perubahan ini membuat indeks blue-chip berpotensi bergerak lebih searah dengan indeks berbasis teknologi, terutama jika volatilitas saham AI dan chip masih tinggi.

Secara keseluruhan, Wall Street masih bergerak di antara dua sentimen besar. Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan mendukung saham-saham tradisional. Namun, tekanan pada sektor teknologi dan chip masih menjadi beban utama bagi Nasdaq dan sentimen pasar secara luas.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai