Kepercayaan Konsumen AS Membaik di Juni - UoM
Sentimen konsumen AS membaik pada Juni setelah penurunan harga bensin memberi sedikit ruang lega bagi rumah tangga yang masih menghadapi tekanan inflasi tinggi. Indeks sentimen konsumen University of Michigan pada hari Jumat (26/6) naik ke 49,5 dari rekor rendah 44,8 pada Mei.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa penurunan harga energi mulai membantu memperbaiki kepercayaan rumah tangga. Harga bensin rata-rata turun lebih dari 60 sen per galon dalam beberapa pekan terakhir, sehingga membantu mengurangi tekanan terhadap pengeluaran harian masyarakat Amerika.
Meski membaik, tingkat sentimen konsumen masih menjadi yang terendah kedua sejak data tersebut dimulai pada 1970-an. Artinya, tekanan terhadap daya beli masyarakat belum sepenuhnya hilang. Direktur survei University of Michigan, Joanne Hsu, mengatakan biaya hidup masih menjadi perhatian utama konsumen, dengan lebih dari separuh responden secara spontan menyebut harga tinggi membebani keuangan pribadi mereka.
Ekspektasi inflasi juga sedikit mereda. Konsumen memperkirakan harga akan naik 4,6% dalam satu tahun ke depan, turun dari 4,8% pada Mei. Sementara itu, ekspektasi inflasi untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan turun menjadi 3,3%, menghapus lonjakan yang terjadi pada bulan sebelumnya.
Meski harga bensin mulai turun, anggaran rumah tangga masih tetap ketat. Inflasi berada di level tertinggi dalam tiga tahun, sementara harga bahan bakar baru bergerak perlahan menuju level sebelum perang. Indeks kondisi saat ini dalam survei tersebut ikut naik pada Juni, tetapi masih bertahan dekat rekor terendah.
Persepsi konsumen terhadap keuangan pribadi juga membaik dari Mei, namun tetap berada dekat level terlemah sejak 2009. Kondisi ini menunjukkan bahwa rumah tangga masih berhati-hati dalam membelanjakan uang, terutama untuk barang tahan lama yang membutuhkan pengeluaran besar.
Meski begitu, permintaan rumah tangga Amerika Serikat sejauh ini masih menunjukkan daya tahan. Data pekan ini menunjukkan belanja konsumen yang disesuaikan dengan inflasi meningkat pada Mei. Hal ini mengindikasikan bahwa meski sentimen rendah, konsumsi belum sepenuhnya melemah.
Dari sisi prospek, pandangan konsumen terhadap kondisi keuangan masa depan dan ekonomi beberapa tahun ke depan ikut membaik. Indeks ekspektasi University of Michigan naik ke level tertinggi dalam tiga bulan. Menurut Hsu, angka tersebut menunjukkan bahwa konsumen menilai dampak ekonomi dari perang Iran kemungkinan hanya bersifat jangka pendek.
Kesepakatan sementara Amerika Serikat dan Iran juga membantu meningkatkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, sehingga pasokan minyak bertambah dan harga energi turun. Meski sempat terjadi serangan terhadap kapal kontainer pada Kamis, lalu lintas melalui jalur tersebut tetap berjalan.
Namun, rumah tangga AS masih berpotensi menghadapi kenaikan harga sejumlah barang dalam beberapa bulan mendatang. Biaya transportasi dan bahan baku yang sebelumnya tinggi dapat terus mengalir ke harga konsumen. Karena itu, meski sentimen membaik, tekanan biaya hidup masih menjadi risiko utama bagi prospek konsumsi Amerika Serikat.(arl)
Sumber: Newsmaker.id