Saham Eropa Reli, Pasar Uji Optimisme “Trump Put”
Saham Eropa menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Rabu (25/3) seiring investor menilai upaya pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, sementara Iran menetapkan lima syarat untuk gencatan senjata. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup naik 1,4% setelah sempat menguat hingga 1,8% intraday.
Penguatan dipimpin saham sektor tambang serta layanan keuangan, sedangkan telekomunikasi tertinggal. Inwit SpA melemah setelah pelanggan utamanya, Swisscom AG, disebut berupaya mengakhiri perjanjian layanan pada 2028. Meski ada pelemahan di beberapa nama spesifik, seluruh sektor pada akhirnya ditutup di zona hijau.
Fokus pasar tetap pada dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi harga energi dan inflasi. AS disebut telah menyusun rencana 15 poin untuk membantu mendorong berakhirnya konflik, namun Iran menyatakan menolak proposal tersebut dan tetap melanjutkan serangan terhadap Israel serta negara-negara Arab Teluk, menjadi pukulan bagi upaya de-eskalasi Washington. Kombinasi sinyal diplomasi dan eskalasi lapangan ini menjaga sentimen rapuh, tetapi belum cukup untuk mengubah bias risk-on di ekuitas Eropa.
Investor juga menunggu arah kebijakan bank sentral dalam merespons dampak perang terhadap biaya energi. Presiden ECB Christine Lagarde menyatakan bank sentral akan bertindak tegas dan cepat jika lonjakan biaya energi saat ini berisiko memicu inflasi yang lebih luas, meski untuk sementara ECB masih menilai besarnya guncangan akibat konflik. Transmisi utamanya: kenaikan energi berpotensi mendorong inflasi headline dan menekan daya beli, sehingga membuka ruang respons kebijakan moneter yang lebih ketat jika efek putaran kedua mulai terbentuk.
Di sisi positioning, Barclays menilai posisi investor di pasar saham “belum mendekati kapitulasinya,” dengan keyakinan terhadap “Trump put” masih bertahan. Narasi ini mengisyaratkan sebagian pelaku pasar masih mengandalkan asumsi adanya dorongan kebijakan atau dukungan implisit untuk menahan penurunan tajam aset berisiko.
Pada saham individual, Grifols sempat melonjak hingga 9,5% sebelum memangkas kenaikan menjadi sekitar 1,4% setelah perusahaan plasma darah Spanyol itu menyiapkan IPO untuk melepas saham minoritas di bisnis biopharma AS. Sementara itu, RS Group turun 4% setelah distributor produk elektronik dan industri tersebut memperingatkan penjualan like-for-like diperkirakan turun hingga akhir Maret, di bawah ekspektasi pasar.
Ke depan, pasar akan memantau perkembangan negosiasi dan eskalasi di Timur Tengah, pergerakan harga energi, serta sinyal lanjutan dari ECB terkait risiko inflasi dan respons kebijakan. Selain itu, arah rotasi sektor—khususnya pada finansial, tambang, dan telekomunikasi—akan menjadi indikator apakah reli berbasis risk appetite ini tetap bertahan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id