Dolar Melemah, Pasar Tunggu Finalisasi Deal AS–Iran
Dolar AS melemah terhadap mata uang utama pada Senin (15/6) karena pelaku pasar memangkas posisi safe haven setelah sentimen risiko membaik. Katalis utama datang dari kesepakatan kerangka damai antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka peluang pembukaan kembali Selat Hormuz.
US Dollar Index (DXY) diperdagangkan di sekitar 99,57 setelah sempat turun ke level terendah satu pekan di dekat 99,38. Pelemahan ini menunjukkan permintaan terhadap dolar sebagai aset aman mulai berkurang seiring pasar menilai risiko geopolitik dan tekanan energi mulai mereda.
Namun, tekanan terhadap dolar masih terbatas. Trader belum berani membangun posisi bearish agresif sebelum kesepakatan final AS–Iran resmi ditandatangani pada Jumat. Selama detail implementasi Hormuz belum jelas, pasar masih menyisakan ruang untuk volatilitas pada dolar, minyak, dan aset risiko.
Secara fundamental, transmisi utama bagi dolar datang dari jalur minyak dan inflasi. Jika Hormuz kembali dibuka dan harga energi tetap turun, risiko inflasi dapat mereda dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed berpotensi melemah. Kondisi ini biasanya mengurangi daya tarik dolar, terutama ketika yield ikut bergerak turun.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada keputusan kebijakan Federal Reserve pada Rabu. Fed secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga, tetapi investor akan mencermati bahasa pernyataan dan proyeksi kebijakan untuk menilai apakah tekanan inflasi masih cukup kuat untuk membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id