Crypto Menguat, AS–Iran Ubah Sentimen Pasar
Bitcoin menguat pada sesi Eropa Senin (15/6), bergerak di sekitar US$65.653 setelah sempat menyentuh intraday high US$65.935. Ethereum ikut naik ke sekitar US$1.722, dengan intraday high di US$1.728,64. Kenaikan ini memperpanjang pemulihan crypto setelah sentimen risiko global membaik akibat kesepakatan awal AS–Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan konflik.
Sentimen utama datang dari perubahan mood pasar global. Kesepakatan AS–Iran membuat minyak Brent turun hampir 5%, sementara bursa Eropa bergerak ke rekor baru. Kondisi ini menunjukkan investor mulai mengurangi premi risiko geopolitik dan kembali masuk ke aset berisiko, termasuk saham dan crypto.
Bagi Bitcoin, transmisi fundamentalnya datang dari tiga jalur: risiko geopolitik mereda, harga minyak turun, dan ekspektasi inflasi serta suku bunga ikut melunak. Ketika tekanan inflasi energi menurun, pasar cenderung mengurangi kekhawatiran bahwa bank sentral harus mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini mendukung aset non-yielding dan berisiko seperti Bitcoin, terutama saat dolar AS juga melemah.
Namun, reli Bitcoin belum sepenuhnya bebas hambatan. Arus keluar dari ETF spot masih menjadi penahan utama, meski tekanan outflow mulai lebih ringan dibanding beberapa pekan sebelumnya. Artinya, kenaikan saat ini lebih banyak ditopang oleh perbaikan sentimen makro, sementara dukungan institusional dari ETF belum kembali kuat.
Altcoin juga ikut bergerak positif seiring risk-on. Ethereum naik bersama Bitcoin, sementara Solana, Cardano, XRP, dan BNB cenderung menguat mengikuti pemulihan pasar crypto yang lebih luas. Namun, kenaikan altcoin masih selektif karena sebagian investor global tetap lebih memilih aset dengan narasi fundamental yang lebih jelas, terutama saham teknologi dan artificial intelligence.
Untuk saat ini, Bitcoin mendapat dukungan dari pelemahan dolar, penurunan minyak, dan membaiknya minat risiko global. Fokus berikutnya ada pada penandatanganan resmi deal AS–Iran, arah harga minyak, arus ETF spot Bitcoin, serta sinyal The Fed. Jika risk-on bertahan dan outflow ETF terus mengecil, Bitcoin berpeluang menjaga area US$65.000-an; tetapi jika deal tersendat atau dolar kembali menguat, momentum pemulihan bisa kembali tertahan.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id