PM Sharif Klaim Peran Kunci Pakistan di Deal Iran
Pakistan akan menjadi tuan rumah seremoni di Jenewa untuk menandai kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran, menurut Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Dalam pidatonya di parlemen, Sharif menyebut perjanjian tersebut sebagai tonggak penting karena dua negara sepakat mengakhiri perang secara permanen, termasuk meredakan ketegangan yang terkait Lebanon.
Sharif memberi kredit besar kepada Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, yang disebut memainkan peran luar biasa dalam proses diplomasi. Ia juga memuji keterlibatan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar dan Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi dalam komunikasi dengan pemimpin Iran. Seremoni penandatanganan dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
Peran Pakistan menjadi penting karena konflik AS–Iran sebelumnya meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global. Blokade Selat Hormuz mendorong lonjakan harga komoditas utama, termasuk minyak dan pupuk, sehingga menambah tekanan inflasi dan memperberat prospek kebijakan moneter global.
Islamabad disebut telah mengajukan rencana aksi 15 poin untuk membantu menjembatani perbedaan antara Washington dan Teheran. Pakistan juga sempat muncul sebagai salah satu opsi lokasi pembicaraan sebelum tenggat yang sebelumnya ditetapkan Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Secara strategis, Pakistan memiliki insentif kuat untuk mendorong penyelesaian konflik. Negara itu rentan terhadap kekurangan energi, sehingga pembukaan kembali Hormuz dan turunnya risiko pasokan minyak dapat membantu mengurangi tekanan domestik. Bagi pasar global, peran mediasi Pakistan memperkuat narasi de-eskalasi, tetapi fokus tetap berada pada detail resmi kesepakatan, implementasi pembukaan Hormuz, dan arah negosiasi nuklir Iran dalam 60 hari ke depan.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id