Perak Tembus $77, Sinyal Negosiasi Iran Redakan Tekanan Inflasi
Harga perak menguat dan bergerak di atas US$77 per ons pada Selasa (14/4), berbalik dari pelemahan sesi sebelumnya seiring munculnya sinyal bahwa AS dan Iran masih membuka ruang untuk melanjutkan negosiasi menuju gencatan senjata yang lebih panjang sebelum jeda dua pekan saat ini berakhir.
Presiden Donald Trump mengatakan Teheran kembali menghubungi Washington, hanya beberapa jam setelah AS memulai blokade angkatan laut terhadap pengiriman minyak Iran di Selat Hormuz. Dari pihak Iran, Presiden Masoud Pezeshkian juga memberi sinyal kesiapan melanjutkan pembahasan damai, dengan catatan prosesnya berada dalam kerangka hukum dan aturan internasional.
Dorongan utama bagi perak datang dari kanal energi dan suku bunga: harga minyak terkoreksi di tengah harapan tercapainya kesepakatan yang lebih berkelanjutan, sehingga kekhawatiran inflasi mereda dan menahan ekspektasi bahwa bank sentral perlu menahan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan menaikkannya. Lingkungan ini biasanya lebih mendukung logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, termasuk perak.
Meski demikian, perak masih tercatat turun hampir 20% sejak konflik dimulai, menegaskan bahwa pasar tetap sensitif terhadap perubahan headline geopolitik dan risiko disrupsi energi yang dapat kembali mengubah ekspektasi inflasi dan arah kebijakan moneter. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id