Saham Asia Turun, Broadcom Guncang Tema AI dan Geopolitik Tekan Sentimen
Saham Asia melemah pada Kamis (04/6) seiring penurunan indeks futures AS, setelah proyeksi Broadcom mengecewakan pasar dan ketegangan AS–Iran kembali membebani risk appetite. MSCI Asia Pacific turun sekitar 1%, mengakhiri reli empat hari yang sempat mendorong indeks itu ke rekor, dengan saham di Jepang dan Korea Selatan memimpin pelemahan.
Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi setelah outlook Broadcom dinilai tidak cukup kuat untuk mempertahankan euforia AI. Saham Broadcom turun tajam di perdagangan setelah jam bursa, mendorong Nasdaq 100 futures turun sekitar 0,6% dan memicu aksi jual lanjutan di saham-saham chip. Pasar menilai ini menjadi ujian bagi reli AI yang selama ini menjadi mesin utama rekor ekuitas global.
Di sisi geopolitik, bentrokan terbaru AS–Iran menambah kehati-hatian, meski pasar sempat mendapat sedikit “nafas” setelah AS mengumumkan gencatan antara Israel dan Lebanon. Minyak bergerak lebih rendah tipis, dengan Brent turun sekitar 0,7% ke kisaran US$97/barel, namun harga energi tetap tinggi dan menjaga kekhawatiran inflasi belum hilang.
Dolar menguat sebagai aset defensif, sementara emas turun karena pasar kembali memikirkan suku bunga tinggi lebih lama. Tekanan inflasi energi dan data tenaga kerja AS yang masih kuat membuat yield naik dan memperbesar taruhan bahwa langkah The Fed berikutnya bisa berupa kenaikan suku bunga, bukan pemangkasan.
Di Asia, yen bertahan dekat 160 per dolar setelah komentar Gubernur BoJ Kazuo Ueda yang membuat peluang kenaikan suku bunga bulan ini terdengar mungkin, tetapi belum pasti. Fokus pasar berikutnya beralih ke data klaim pengangguran mingguan AS, menjelang rilis payrolls Jumat yang bisa mengunci ekspektasi suku bunga dan arah dolar. (asd)
Sumber: Newsmaker.id