AS Serang Iran Malam ke-13, Harga Minyak Melesat
Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap target militer Iran untuk malam ke-13 berturut-turut. Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan serangan ini dilakukan untuk menekan ancaman dari Garda Revolusi Iran atau IRGC terhadap kapal-kapal komersial.
CENTCOM mengatakan pasukan AS memulai serangan terbaru pada Kamis pukul 18.45 waktu setempat atau 22.45 GMT. Serangan tersebut disebut bertujuan meminta pertanggungjawaban Iran dan mengurangi ancaman terhadap jalur pelayaran dagang.
Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya hampir mengambil keputusan untuk meluncurkan “serangan besar-besaran” terhadap Iran. Trump menyebut skala serangan itu bisa lebih besar dari serangan yang sudah terjadi selama konflik beberapa bulan terakhir.
Trump juga mengatakan bahwa kerusakan yang dialami sektor pelayaran akibat serangan Iran dapat dibayar menggunakan aset Iran yang dibekukan di luar negeri. Pernyataan ini menambah tekanan politik dan militer terhadap Teheran di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Kabar serangan terbaru ini langsung memengaruhi harga minyak mentah. West Texas Intermediate atau WTI naik 5,65% ke level US$90,77 per barel, karena pasar kembali khawatir terhadap potensi gangguan pasokan dan keamanan jalur pelayaran energi.
Dari sisi dampak market, eskalasi AS-Iran berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dan sangat volatil. Jika konflik meluas, Brent dan WTI bisa mendapat tambahan premi risiko, sementara inflasi energi dapat kembali menekan pasar global. Kondisi ini juga berpotensi menopang dolar AS sebagai safe haven, menekan aset berisiko, dan membuat emas bergerak fluktuatif mengikuti sentimen geopolitik. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id