Minyak Stabil, Pasar Menanti Data Resmi Stok AS dan Arah Perundingan Ukraina
Harga minyak bergerak stabil pada Rabu (20/08). Brent diperdagangkan dekat $66/barel setelah turun 1,2% sehari sebelumnya, sementara WTI berada di bawah $63/barel. Laporan API mengisyaratkan penurunan persediaan 2,4 juta barel pekan lalu, memberi dukungan harga. Pasar menunggu data resmi pemerintah AS yang keluar Rabu malam.
Fokus lain tetap pada perundingan gencatan senjata Ukraina–Rusia. Setiap kemajuan dinilai bisa membuka jalan pelonggaran sanksi ekspor minyak Rusia, meski aliran minyak Moskow relatif tetap. Di AS, Menteri Keuangan Scott Bessent mengkritik pembelian minyak Rusia oleh India dan kembali menyinggung rencana kenaikan tarif. Di saat yang sama, ia menyatakan pengaturan tarif dengan Tiongkok “memuaskan”, mengindikasikan status quo setidaknya hingga November.
Untuk prospek jangka panjang, sentimen cenderung bearish. Pasar mengantisipasi kelebihan pasokan pada akhir 2025 seiring OPEC+ menambah barel dan kekhawatiran permintaan di tengah kebijakan perdagangan AS. Harga minyak berjangka turun >10% sejak awal tahun. Vivek Dhar (CBA) memperkirakan Brent dapat melemah ke $63/barel pada kuartal IV seiring meningkatnya persediaan global.
Pada 13.45 waktu Singapura, Brent Oktober naik 0,4% ke $66,06/barel. WTI September (kedaluwarsa Rabu) naik 0,4% ke $62,58/barel, sementara WTI Oktober yang lebih aktif menguat 0,5% ke $62,06/barel. Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi hasil data stok resmi dan kabar terbaru dari jalur diplomasi Ukraina.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id