Minyak Tertekan Usai Risiko Perang Mereda
Harga minyak turun tajam pada Senin (15/6) setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang. Brent sempat turun 5,3% ke bawah US$83/barel, sementara WTI melemah ke bawah US$80/barel. Sentimen negatif muncul karena kesepakatan tersebut membuka peluang Selat Hormuz kembali beroperasi penuh, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global mulai mereda.
Secara fundamental, penurunan minyak mencerminkan berkurangnya premi risiko geopolitik. Jika Hormuz benar-benar dibuka dan arus minyak Teluk Persia kembali pulih, tekanan pasokan dapat berkurang dan risiko inflasi energi ikut mereda. Namun, pasar masih menunggu bukti implementasi, termasuk penandatanganan kesepakatan, keamanan jalur Hormuz, serta pemulihan ekspor minyak kawasan Teluk. (asd)
Harga Oil pada Saat Analisis Ini Dirilis berada pada Level $82.24
- Beli jika harga bergerak ke $82.91
- Jual jika harga bergerak ke $82.16
Resistensi 2: $84.11
Resistensi 1: $83.36
Support 1: $81.86
Support 2: $81.11
Perhatian : Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id