• Sat, Mar 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

15 August 2025 03:16  |

Harga Naik 2% Jelang Pembicaraan Trump–Putin

Harga minyak naik sekitar 2% pada Kamis (14/8) ke level tertinggi dalam sepekan pasca Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan ada “konsekuensi berat” jika pembicaraannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin soal Ukraina gagal, serta karena optimisme bahwa pemangkasan suku bunga AS bulan depan bisa mendorong permintaan minyak.

Sementara Bank sentral seperti The Fed menggunakan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Suku bunga yang lebih rendah menurunkan biaya pinjaman konsumen, bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, dan pada akhirnya meningkatkan permintaan minyak.

Mnyak Brent naik US$1,21 (1,8%) dan ditutup di US$66,84 per barel.

Minyak WTI naik US$1,31 (2,1%) dan ditutup di US$63,96 per barel.

Kenaikan tersebut mengeluarkan kedua acuan dari kondisi oversold secara teknikal untuk pertama kalinya dalam tiga hari, dan membawa Brent ke penutupan tertinggi sejak 6 Agustus. Sebelumnya pada Selasa, Brent ditutup di level terendah sejak 5 Juni dan WTI di terendah sejak 2 Juni, antara lain karena data persediaan dan pasokan yang cenderung bearish dari EIA AS dan IEA.

Trump mengatakan pada Kamis bahwa ia menilai Putin siap membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina setelah sang presiden Rusia mengisyaratkan kemungkinan langkah menuju perdamaian menjelang KTT mereka di Alaska. Namun pada Rabu, Trump juga mengancam “konsekuensi berat” jika Putin tidak setuju damai, tanpa merinci. Ia memperingatkan sanksi ekonomi jika pertemuan Jumat tidak menghasilkan kemajuan.

Rusia adalah produsen minyak terbesar kedua pada 2024 setelah AS, sehingga pelonggaran sanksi terhadap Moskow berpotensi menambah pasokan minyak Rusia ke pasar global. Di sisi lain, Trump mengancam akan menerapkan tarif sekunder kepada pembeli minyak Rusia—terutama Tiongkok dan India—jika perang Ukraina berlanjut.

“Ketidakpastian pembicaraan damai AS–Rusia menambah risk premium bullish karena para pembeli minyak Rusia bisa menghadapi tekanan ekonomi lebih besar,” tulis Rystad Energy dalam catatan klien. Meski begitu, sebagian analis meragukan Trump akan mengambil langkah yang benar-benar mengganggu pasokan minyak secara signifikan.(yds)

Sumber: Reuters

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
BIAS23.com NM23 Ai