Konflik AS-Iran Memanas, Minyak Melonjak
Harga minyak naik tajam pada perdagangan Rabu (29/07) setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Brent menguat US$3,30 atau 3,9% menjadi US$87,39 per barel, sedangkan WTI naik US$3,05 atau 3,8% ke US$82,31.
Kenaikan terjadi setelah militer AS mengaku mencegat rudal balistik Iran yang diarahkan ke pasukan Amerika di Timur Tengah. Washington menyebut serangan tersebut sebagai upaya serangan mendadak.
Iran kemudian menyatakan telah menembakkan sejumlah rudal balistik ke pangkalan udara AS dan pusat Komando Sentral di Yordania. Perkembangan ini mengurangi harapan bahwa konflik di kawasan Teluk Persia dapat segera mereda.
Ketegangan juga meluas ke Irak setelah pasukan AS dan Arab Saudi melakukan serangan terarah terhadap lokasi persenjataan kelompok yang didukung Iran. Kelompok tersebut dituduh melancarkan serangan drone terhadap fasilitas energi Arab Saudi.
Harga minyak turut mendapat dukungan dari penurunan persediaan minyak mentah AS sekitar 3,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 24 Juli. Pasar selanjutnya menantikan data resmi persediaan dari Energy Information Administration.
OPEC+ juga diperkirakan menghentikan kenaikan produksi selama tiga bulan mulai Oktober. Selama konflik terus meningkat dan persediaan menurun, harga minyak berpotensi melanjutkan kenaikan, meskipun arah berikutnya tetap bergantung pada perkembangan militer dan data stok AS.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id