Emas Dekati Support $4000, Keputusan The Fed Jadi Ujian Utama
Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (28/7) karena penguatan dolar Amerika Serikat membebani permintaan terhadap logam mulia. XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.034 per troy ounce atau turun 1% setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas US$4.100 pada perdagangan Senin.
Sentimen aset aman turut mereda setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan berjalan positif, meskipun Iran membantah melakukan perundingan langsung. Oman juga mengajukan proposal pengelolaan bersama Selat Hormuz melalui skema biaya sukarela.
Harga minyak WTI turun ke sekitar US$80,15 per barel dan mencatat pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Meski telah menghapus seluruh kenaikan pekan sebelumnya, harga minyak masih relatif tinggi sehingga kekhawatiran terhadap tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda.
Fokus pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, tetapi pasar masih memperhitungkan peluang sekitar 35% untuk kenaikan sebesar 25 basis poin. Sikap hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh membuat level US$4.000 menjadi support penting bagi pergerakan emas.
Dampak ke Market
Emas berpotensi menembus ke bawah US$4.000 apabila The Fed menaikkan suku bunga atau memberikan sinyal pengetatan lanjutan. Sebaliknya, harga dapat kembali pulih apabila suku bunga dipertahankan dan pernyataan Kevin Warsh lebih lunak dari perkiraan. Pergerakan dolar, imbal hasil obligasi AS, serta perkembangan konflik AS–Iran masih menjadi penentu utama arah emas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id