Emas Tertekan Dolar, Pasar Menanti Keputusan The Fed
Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (28/7) karena dolar Amerika Serikat bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan. Emas spot turun 0,7% menjadi US$4.048,40 per troy ounce, sedangkan emas berjangka AS melemah ke US$4.049,10.
Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Pelemahan ini terjadi setelah logam mulia tersebut membukukan kenaikan tipis dalam dua sesi perdagangan sebelumnya.
Pasar secara umum memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada akhir pertemuan Rabu. Namun, pelaku pasar masih memperhitungkan peluang sekitar 40% untuk kenaikan suku bunga pekan ini dan peluang 80% bahwa pengetatan dapat terjadi pada September.
Investor juga mengurangi eksposur menjelang rilis pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua dan data inflasi inti PCE. Harga emas diperkirakan tetap bergerak dalam rentang terbatas sampai pasar memperoleh petunjuk lebih jelas dari keputusan The Fed dan pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh.
Dampak terhadap Pasar
Tekanan terhadap emas berpotensi berlanjut apabila The Fed memberikan sinyal hawkish atau membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan. Sebaliknya, emas dapat kembali menguat jika bank sentral mempertahankan kebijakan dan menyampaikan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi. Penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS masih menjadi risiko utama bagi pergerakan emas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id