Bursa Jepang Tertekan, Saham Teknologi Jadi Beban Utama
Bursa saham Jepang kembali melemah pada perdagangan Rabu, melanjutkan tekanan dari sesi sebelumnya. Indeks Nikkei 225 turun 0,8% ke bawah level 62.000, seiring aksi jual pada saham teknologi yang masih berlanjut.
Tekanan utama datang dari kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan atau AI. Bursa Jepang juga mengikuti pelemahan Wall Street setelah saham chip menjadi pemimpin penurunan di pasar Amerika Serikat pada sesi sebelumnya.
Sejumlah saham teknologi besar Jepang mencatat penurunan tajam. Kioxia Holdings melemah 2,4%, Tokyo Electron turun 5,5%, SoftBank Group terkoreksi 4,7%, Murata Manufacturing anjlok 9%, dan Taiyo Yuden turun 5,8%.
Sektor keuangan juga ikut berada dalam tekanan. Mitsubishi UFJ melemah 1,9%, Sumitomo Mitsui turun 2,0%, dan Mizuho Financial terkoreksi 3,0%. Pelemahan ini menunjukkan tekanan jual tidak hanya terjadi di sektor teknologi, tetapi juga mulai menyebar ke saham-saham finansial.
Dari sisi dampak market, pelemahan Nikkei menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap saham teknologi dan valuasi sektor AI. Ketegangan geopolitik juga kembali menjadi perhatian setelah militer AS menyatakan berhasil mencegat serangan mendadak Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah, yang kembali mendorong harga minyak naik. Jika saham chip global terus melemah dan harga minyak tetap tinggi, bursa Jepang berpotensi masih bergerak volatil dalam jangka pendek. (asd)
Sumber: Newsmaker.id