Brent Jatuh ke Level Terendah Dua Pekan
Harga minyak turun tajam pada perdagangan Selasa (28/7) dan menyentuh level terendah dalam dua pekan. Brent merosot 4,8% menjadi US$84,09 per barel, sedangkan WTI turun 4,1% ke US$79,26 per barel.
Penurunan dipicu harapan bahwa jeda serangan antara Amerika Serikat dan Iran dapat membuka jalan menuju perundingan damai. Dalam tiga hari terakhir, harga Brent telah jatuh sekitar 16%.
Meski serangan berhenti sementara, perbedaan antara kedua negara masih jauh dari selesai. Selat Hormuz tetap hampir tertutup, padahal jalur tersebut sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Iran juga membantah sedang berunding dengan Amerika Serikat, berbeda dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut pembicaraan berjalan baik. Oman kemudian menawarkan rencana pengelolaan Selat Hormuz sebagai dasar untuk memulihkan aktivitas pelayaran.
Risiko pasokan masih membayangi setelah fasilitas pengolahan minyak Jizan milik Saudi Aramco ditutup akibat serangan Houthi. Kelompok tersebut juga terus mengganggu pelayaran di Bab el-Mandeb dan mengklaim menyerang kapal tanker Saudi.
Harga minyak berpotensi tetap tertekan selama jeda konflik bertahan dan peluang diplomasi meningkat. Namun, rendahnya lalu lintas kapal di Hormuz, serangan Houthi, serta ketidakpastian pasokan Rusia dan OPEC+ masih dapat memicu kenaikan harga kembali. (arl)
Sumber: Newsmaker.id