• Mon, Jul 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 July 2026 16:18  |

Harga Minyak Melonjak, Hormuz Jadi Ancaman Pasokan

Harga minyak bertahan di zona penguatan tajam pada perdagangan Eropa hari Senin (13/7), meskipun sempat memangkas lonjakan awal yang hampir menyentuh 5%. Kenaikan ini dipicu oleh kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang membuat pasar khawatir terhadap gangguan pasokan minyak melalui Selat Hormuz.

Pada pukul 03.43 ET atau 07.43 GMT, Brent naik 3,5% ke level US$78,68 per barel. Sementara itu, WTI juga menguat 3,5% ke US$73,89 per barel, setelah keduanya sempat melesat hampir 5% pada awal sesi.

Reli harga minyak terjadi setelah Iran memperluas serangan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk, termasuk Qatar dan Uni Emirat Arab, sebagai balasan atas serangan militer Amerika Serikat. Ketegangan semakin meningkat setelah Teheran menyatakan Selat Hormuz ditutup usai sebuah kapal komersial dilaporkan terkena serangan.

Amerika Serikat membantah klaim Iran tersebut. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz tetap terbuka di bawah perlindungan AS. Namun, operator kapal tetap memilih berhati-hati. Data pelacakan kapal menunjukkan hanya enam kapal yang melintasi Selat Hormuz pada hari Minggu, level terendah dalam lima pekan terakhir.

Selat Hormuz merupakan jalur utama ekspor minyak dari Arab Saudi, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan produsen Teluk lainnya. Jika gangguan berlangsung lebih lama, kilang-kilang minyak, terutama di Asia, bisa terpaksa mencari pasokan alternatif. Kondisi ini berpotensi mendorong biaya pengiriman dan asuransi menjadi lebih mahal.

Pelaku pasar kini juga menunggu kemungkinan respons dari negara-negara produsen minyak besar, termasuk potensi pelepasan cadangan minyak strategis jika gangguan pasokan semakin memburuk. Sebelumnya, International Energy Agency atau IEA memperingatkan bahwa konflik baru AS-Iran dapat mengganggu pemulihan pasokan minyak global apabila hambatan pelayaran di Selat Hormuz terus berlanjut.

Dampaknya ke market, harga minyak masih berpotensi bertahan tinggi selama ketidakpastian Hormuz belum mereda. Kenaikan minyak bisa memicu kekhawatiran inflasi, memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi, dan menekan aset berisiko. Di sisi lain, sektor energi berpeluang mendapat dukungan, sementara emas dan dolar AS bisa tetap bergerak volatil mengikuti perkembangan geopolitik.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai