• Mon, Jul 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 July 2026 16:36  |

Dolar Goyah, Pasar Waspada CPI

Dolar AS tergelincir pada perdagangan Eropa hari Senin (13/7) setelah sebelumnya sempat menguat di awal sesi akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Investor masih mencermati konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi penguatan awal dolar mulai memudar seiring pasar menunggu data inflasi AS dan arah kebijakan The Fed.

Euro menguat 0,15% ke level US$1,1433, sementara poundsterling bergerak stabil di sekitar US$1,339. Dolar Australia turun tipis 0,1% ke US$0,694. Indeks dolar AS, yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama, sempat naik hingga 0,3%, tetapi terakhir berbalik melemah 0,2% ke level 100,83.

Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh serangan rudal dan drone antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan. Iran disebut menargetkan fasilitas AS di sejumlah negara Teluk dan kembali menyatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup. Situasi ini membuat harga minyak sempat naik dan kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 50% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dua kali atau lebih hingga pertemuan Desember. Fokus utama pekan ini tertuju pada rilis data CPI AS pada Selasa, data PPI pada hari berikutnya, serta testimoni Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan DPR dan Senat AS.

Sementara itu, yen Jepang kembali melemah terhadap dolar AS. USD/JPY naik 0,2% ke level 162,05, membuat pelaku pasar kembali waspada terhadap potensi intervensi dari otoritas Jepang. Yen masih berada di sekitar level terlemah dalam 40 tahun, sehingga tekanan terhadap mata uang Jepang belum mereda.

Pelemahan yen terjadi setelah laporan Reuters menyebutkan bahwa pemerintah Jepang belum memiliki rencana segera untuk mengubah alokasi aset dana pensiun negara. Sebelumnya, yen sempat menguat setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan pemerintah akan mendorong dana pensiun, termasuk GPIF, untuk lebih banyak berinvestasi di aset keuangan domestik. Namun, sumber pemerintah menyebut rencana tersebut belum akan langsung mengubah target jangka menengah GPIF.

Dampaknya ke market, dolar AS masih berpotensi bergerak volatil karena pasar menunggu data inflasi dan sinyal The Fed. Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, dolar bisa kembali menguat karena peluang kenaikan suku bunga meningkat. Sementara itu, yen masih rawan tertekan selama belum ada langkah nyata dari pemerintah Jepang atau Bank of Japan.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai