Bitcoin Tertekan, Konflik Iran Buat Kripto Lesu
Bitcoin kembali melemah pada perdagangan Senin (13/7), seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang membuat investor menjauhi aset berisiko. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$63.154, dengan pergerakan harian berada di kisaran US$62.580 hingga US$64.273.
Tekanan terhadap Bitcoin muncul karena pasar kembali masuk ke mode risk-off setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan baru pada akhir pekan. Ketidakpastian soal status Selat Hormuz juga menambah kekhawatiran, karena jalur tersebut sangat penting bagi pasokan energi global.
Harga minyak yang naik akibat konflik ini memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi. Jika inflasi kembali meningkat, bank sentral seperti The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga. Kondisi ini biasanya kurang baik untuk crypto karena aset seperti Bitcoin tidak memberikan imbal hasil.
Tekanan juga terlihat pada altcoin. Ethereum berada di sekitar US$1.624,95, XRP di US$1,059, Solana di US$77,97, Cardano di US$0,1603, BNB di US$569,98, dan Dogecoin di sekitar US$0,0725. Pergerakan ini menunjukkan sentimen pasar crypto masih lemah dan belum mendapat dorongan positif yang kuat.
Secara teknikal dan sentimen, Bitcoin masih perlu kembali menembus area US$64.000–US$65.000 untuk membuka peluang rebound lebih sehat. Jika gagal bertahan di atas US$62.500, tekanan jual bisa berlanjut menuju area US$61.000–US$60.000. Untuk saat ini, arah crypto masih sangat bergantung pada perkembangan konflik Timur Tengah, harga minyak, data inflasi AS, dan sinyal kebijakan The Fed.(arl)
Sumber: Newsmaker.id