• Wed, Jul 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 July 2026 19:59  |

WTI dan Brent Bergerak Liar, Investor Cermati Respons Iran

Volatilitas harga minyak menjadi ancaman utama bagi minat investor terhadap aset berisiko. Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran membuat pergerakan minyak semakin tidak stabil, meskipun harga minyak yang masih berada di kisaran US$70-an belum dianggap cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan bank sentral secara drastis.

Serangan AS terhadap Iran dan pencabutan izin pelonggaran sanksi untuk minyak Iran sempat mendorong WTI naik hingga US$75 per barel, sementara Brent menembus US$79 per barel. Namun, kedua harga acuan tersebut kemudian memangkas sebagian kenaikan dari level tertinggi sesi.

Pasar tampaknya masih cukup tenang dalam merespons pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kemungkinan berakhirnya gencatan senjata. Namun, pertanyaan utama bagi investor adalah apakah eskalasi terbaru ini akan kembali memicu guncangan pasokan minyak, atau hanya menciptakan volatilitas sementara yang dipicu oleh sentimen berita.

Harga minyak yang lebih tinggi memang dapat mendorong ekspektasi inflasi dan memengaruhi perkiraan suku bunga. Namun, selama minyak masih berada di kisaran US$70-an, pasar menilai kondisi tersebut belum cukup untuk memaksa bank sentral kembali memberi sinyal pengetatan kebijakan moneter.

Dari sisi market analis, posisi pasar juga ikut berperan dalam lonjakan harga minyak. Posisi jual yang terlalu besar muncul ketika indikator RSI menunjukkan kondisi oversold, sehingga sebagian kenaikan terjadi karena trader menutup posisi short. Meski begitu, kenaikan volatilitas minyak tetap membuat rentang pergerakan harga semakin lebar.

Kondisi ini berpotensi memicu pergerakan yang lebih besar pada pasar suku bunga dan menekan sentimen terhadap aset berisiko. Risiko berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan respons dari Iran, karena arah pembicaraan ke depan bisa saja berada di luar kendali Washington. Hal ini membuat trader harus bersiap menghadapi risiko dua arah yang cukup besar. (yds)*

Sumber: Newsmaker.id 

 

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai