• Wed, Jul 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 July 2026 22:32  |

USD Sentuh Tertinggi Lima Hari, Pasar Cermati Risiko Iran

Indeks Dolar AS atau DXY bergerak menguat terbatas pada perdagangan Rabu, seiring pelaku pasar mencermati ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran. Pada saat penulisan, DXY diperdagangkan di sekitar level 101,20 dan menyentuh posisi tertinggi dalam lima hari terakhir.

Penguatan dolar terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran sudah “berakhir”. Namun, Reuters kemudian melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, bahwa Trump tidak mengulang pernyataan itu dalam pertemuan tertutup para pemimpin NATO.

Ketegangan meningkat setelah AS dan Iran kembali terlibat bentrokan menyusul serangan terhadap kapal komersial di dekat Selat Hormuz. Trump juga memperingatkan bahwa AS kemungkinan akan kembali menyerang Iran, sementara media Iran melaporkan bahwa Teheran dapat menutup Selat Hormuz jika ada serangan baru.

Eskalasi ini mendorong harga minyak naik tajam dan kembali memicu kekhawatiran inflasi. Minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI diperdagangkan di sekitar US$74,50 per barel, naik lebih dari 8% sepanjang pekan ini. Kondisi tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September sebesar 68%, naik dari 58% sehari sebelumnya. Fokus investor selanjutnya tertuju pada risalah rapat FOMC bulan Juni yang akan dirilis pada sesi Amerika untuk mencari petunjuk baru terkait arah kebijakan suku bunga.

Dari sisi market analis, ING FX strategist Francesco Pesole menilai risalah FOMC akan memperjelas seberapa serius pejabat The Fed mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Ia memperkirakan risalah tersebut dapat memperkuat pesan hawkish dan mendukung dolar AS, meskipun tidak cukup kuat untuk memicu perubahan besar pada ekspektasi suku bunga.

Untuk DXY, Pesole melihat pergerakan masih cenderung terbatas dalam waktu dekat, dengan potensi naik ke area 101,50–102,00 jika tidak ada intervensi besar dari otoritas Jepang.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai