Bitcoin Turun, Pasar Kripto Masuk Mode Waspada
Bitcoin melemah pada perdagangan Rabu (8/7) setelah sentimen pasar global memburuk akibat meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran. Harga Bitcoin saat ini bergerak di sekitar US$61.656, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian US$64.151 dan terendah US$61.510.
Tekanan muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman sementara dengan Iran untuk mengakhiri perang sudah “berakhir”. Pernyataan ini datang setelah meningkatnya serangan di kawasan Teluk dan membuat investor kembali menghindari aset berisiko, termasuk kripto.
Ketegangan juga ikut mendorong harga minyak naik tajam karena pasar khawatir terhadap gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Lonjakan harga energi berpotensi menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi, yang bisa membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama. Kondisi ini biasanya kurang mendukung aset berisiko seperti Bitcoin.
Meski begitu, tekanan pada Bitcoin tidak sepenuhnya menghapus minat institusional. Spot Bitcoin ETF di AS sebelumnya mencatat arus masuk bersih sekitar US$266 juta pada 6 Juli, dengan BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar. Arus masuk ini menunjukkan sebagian investor besar masih melihat peluang akumulasi di tengah koreksi.
Untuk kripto lainnya, Ethereum berada di sekitar US$1.624,95, XRP di US$1,059, Solana di US$77,97, Cardano di US$0,1654, dan Dogecoin di US$0,0718. Mayoritas altcoin masih tertekan karena pasar belum berani mengambil risiko besar sebelum ada kejelasan dari The Fed dan konflik Timur Tengah.
Ke depan, fokus pasar tertuju pada risalah rapat FOMC bulan Juni. Jika The Fed terdengar hawkish, Bitcoin berisiko kembali menguji area US$60.000 bahkan US$58.000. Namun, jika risalah menunjukkan sikap yang lebih hati-hati terhadap kenaikan suku bunga, Bitcoin berpeluang rebound ke area US$63.000–US$64.500. (arl)
Sumber: Newsmaker.id