• Thu, Jul 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 July 2026 13:44  |

Emas mulai mencari Arah, Minyak Mulai Pangkas Premi Perang

Harga emas bergerak terbatas di sekitar US$4.070 per troy ounce setelah sebelumnya melemah selama tiga hari beruntun. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih belum sepenuhnya yakin apakah ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran akan berubah menjadi krisis besar atau hanya menjadi tekanan geopolitik sementara.

Eskalasi konflik kembali meningkat setelah AS melancarkan serangan ke Iran untuk hari kedua berturut-turut. Komando Pusat AS menyebut serangan itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran juga mengancam akan melakukan operasi balasan besar terhadap pangkalan AS di Timur Tengah.

Namun, respons pasar tidak bergerak satu arah. Emas mulai mendapat dukungan karena technical rebound. Ketiga, dolar AS tidak terlalu kuat. Kalau DXY cuma bergerak datar atau melemah tipis, emas punya ruang buat naik. Karena emas dihargai dalam dolar, ketika dolar tidak dominan, tekanan ke gold jadi lebih ringan.

Keempat, minyak yang mulai turun justru sedikit bantu emas

Sementara itu, minyak justru mulai memangkas sebagian kenaikannya setelah sebelumnya melonjak akibat fear factor. Harga minyak sempat terdorong oleh serangan AS ke Iran, risiko Selat Hormuz, dan ancaman gangguan pasokan energi. Namun, ketika Presiden Donald Trump memberi sinyal bahwa perang dengan Iran belum tentu dimulai kembali, sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung.

Bagi emas, tekanan utama tetap datang dari risiko inflasi dan arah kebijakan The Fed. Jika harga minyak kembali melonjak, inflasi energi bisa meningkat dan membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Risalah rapat The Fed bulan Juni juga menunjukkan beberapa pejabat sempat melihat alasan untuk menaikkan suku bunga, meski akhirnya tetap mendukung keputusan menahan suku bunga.

Ke depan, area US$4.070–US$4.050 menjadi zona penting bagi emas. Jika mampu bertahan, peluang rebound ke US$4.100–US$4.120 masih terbuka. Sementara untuk minyak, area Brent US$78–US$80 menjadi kunci. Jika gagal menembus US$80, harga berpotensi terkoreksi ke US$76–US$75. Namun, jika serangan baru terjadi atau Selat Hormuz makin terganggu, minyak bisa kembali naik cepat karena premi risiko perang belum sepenuhnya hilang.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai