• Thu, Jul 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 July 2026 07:10  |

Emas Jatuh, Iran dan The Fed Jadi Tekanan Besar

Harga emas kembali melemah pada awal perdagangan sesi Asia , Kamis (09/7), dengan XAU/USD bergerak di sekitar level US$4.075 per troy ounce. Tekanan ini membuat emas bertahan di bawah area US$4.100, setelah pasar kembali dibuat waspada oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pelemahan emas terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah “berakhir”. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik kedua negara bisa kembali meningkat dan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama jalur penting perdagangan energi di Selat Hormuz.

Trump juga mengancam akan kembali membombardir Iran untuk hari kedua serta membuka peluang memberlakukan kembali blokade laut AS. Ancaman ini muncul setelah adanya serangan terhadap kapal-kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar khawatir pasokan minyak global dapat terganggu.

Kenaikan risiko geopolitik biasanya dapat mendukung emas sebagai aset safe haven. Namun kali ini, emas justru tertekan karena pasar lebih fokus pada dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi. Jika harga minyak terus naik, tekanan inflasi berpotensi kembali meningkat dan membuat Federal Reserve sulit menurunkan suku bunga.

Ekspektasi suku bunga tinggi menjadi beban besar bagi emas. Logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga kurang menarik ketika pasar memperkirakan suku bunga dan yield obligasi tetap tinggi lebih lama. Pedagang swap kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya lebih dari 30%, naik dari kurang dari 20% pada pekan lalu.

Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat The Fed pada 16–17 Juni menunjukkan bahwa sejumlah pejabat melihat adanya alasan untuk menaikkan suku bunga, meski akhirnya tetap mendukung keputusan menahan suku bunga. Risalah tersebut juga mencerminkan kekhawatiran The Fed terhadap inflasi yang masih tinggi, sementara kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja sedikit mereda. Dengan kondisi ini, emas masih berisiko tertekan selama konflik AS-Iran dan ekspektasi suku bunga tinggi tetap membayangi pasar.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai