• Fri, Jul 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 July 2026 23:37  |

Bitcoin Bangkit, Tapi Risk-Off Belum Hilang dari Pasar Kripto

Bitcoin kembali menguat pada perdagangan Kamis (9/7) setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya. Aset kripto terbesar dunia itu bergerak di sekitar US$62.808, dengan rentang intraday di US$61.668 hingga US$63.098.

Kenaikan ini menunjukkan adanya aksi beli setelah Bitcoin sempat turun mendekati area US$62.000. Namun, sentimen pasar kripto belum sepenuhnya pulih karena investor masih mencermati eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah serangan antara AS dan Iran memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Teluk. Iran juga dilaporkan melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara Teluk, sementara pasar masih mengawasi risiko gangguan di Selat Hormuz.

Dampaknya langsung terasa ke pasar energi. Harga minyak Brent sempat berada di sekitar US$77,91 per barel, sementara WTI bergerak di sekitar US$73,14 per barel. Kenaikan risiko minyak membuat investor kembali khawatir terhadap potensi inflasi energi.

Bagi Bitcoin, situasi ini menjadi tekanan tersendiri. Meski sering dipandang sebagai aset alternatif, dalam beberapa bulan terakhir Bitcoin cenderung bergerak mengikuti aset berisiko seperti saham teknologi. Ketika sentimen risk-off muncul, kripto ikut rawan terkena aksi jual.

Tekanan juga datang dari ekspektasi kebijakan The Fed. Risalah terbaru menunjukkan pejabat Federal Reserve masih terbelah soal arah suku bunga, dengan sebagian melihat peluang kenaikan jika inflasi tetap tinggi. Kondisi ini membuat pasar lebih berhati-hati terhadap aset spekulatif.

Meski begitu, Bitcoin masih mendapat bantalan dari permintaan institusional. Data Farside menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$59,1 juta pada 8 Juli 2026, setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan arus keluar.

Di pasar altcoin, pergerakan juga cenderung terbatas. Ethereum berada di sekitar US$1.624,95, XRP di US$1,059, Solana di US$77,97, Cardano di US$0,1664, dan Dogecoin di sekitar US$0,0725.

Secara fundamental, arah Bitcoin saat ini masih ditentukan oleh tiga faktor utama: konflik AS-Iran, pergerakan harga minyak, dan ekspektasi suku bunga The Fed. Selama ketegangan geopolitik belum mereda, volatilitas kripto berpotensi tetap tinggi.

Untuk market, Bitcoin masih berusaha mempertahankan momentum di atas US$62.000. Jika sentimen risiko membaik dan arus masuk ETF berlanjut, BTC berpeluang kembali menguji area US$63.000–US$64.000. Namun, jika minyak kembali melonjak dan The Fed makin hawkish, tekanan jual bisa kembali menyeret Bitcoin ke bawah US$62.000.(arl)

Sumber:: Newsmaker.id

Related News

Crypto

Bitcoin Jatuh di Bawah $113.000, Dekati Terendah 6 Pekan

Bitcoin turun di bawah $113.000 pada Senin, mendekati level terendah enam pekan meski pasar masih bertaruh The Fed akan meman...

25 August 2025 14:32
Crypto

Bitcoin Tertahan Usai Mantul

Bitcoin masih ketahan di bawah tekanan pada Selasa, setelah rebound singkat dari titik terendah 10 bulan. Hingga siang di Sin...

3 February 2026 12:58
Crypto

Hari Berat untuk Kripto, Bitcoin dan Ethereum Kompak Terteka...

  Pasar kripto utama pada Jumat (14/11), masih berada dalam tekanan jual kuat. Bitcoin (BTC) sempat jatuh menembus level p...

14 November 2025 17:06
Crypto

Pasca Deleveraging, Kripto Cari Arah

Pasar kripto diperdagangkan sedikit menguat pada Rabu (24/9). Bitcoin bergerak sempit di kisaran $112K–$113K, sementara Eth...

25 September 2025 04:19
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai