• Wed, Jul 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 July 2026 07:18  |

Minyak Melonjak, AS Serang Iran!

Harga minyak melonjak pada perdagangan Rabu (08/7) setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap target di Iran. Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas rangkaian serangan terhadap kapal di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi pintu utama pengiriman minyak dan gas dari Teluk Persia ke pasar global.

Brent naik hingga 2,8% dan sempat menembus US$76 per barel, sementara West Texas Intermediate atau WTI bergerak di atas US$72 per barel. Pada pukul 08.01 waktu Singapura, Brent untuk pengiriman September naik ke sekitar US$76,23 per barel, sedangkan WTI untuk pengiriman Agustus menguat ke US$72,42 per barel. Data pasar terbaru juga menunjukkan Brent masih bergerak di kisaran US$75–76 per barel.

Ketegangan meningkat setelah tiga kapal, termasuk tanker minyak Saudi dan kapal pengangkut gas Qatar, dilaporkan diserang di sekitar Selat Hormuz. Insiden ini mengancam gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran, yang sebelumnya sempat membantu meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Selain serangan militer, AS juga mencabut pelonggaran sanksi yang sebelumnya memungkinkan Iran menjual minyak. Langkah ini menjadi tekanan baru bagi Teheran karena pelonggaran sektor minyak merupakan salah satu bagian penting dari kesepakatan damai sementara. Jika ekspor minyak Iran kembali dibatasi, pasar berisiko menghadapi tekanan pasokan baru.

Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian karena pada kondisi normal jalur ini menangani sekitar seperlima perdagangan minyak harian dunia. Iran juga menyatakan kepada badan pelayaran PBB bahwa pihaknya memiliki otoritas atas sebagian wilayah Hormuz. Klaim ini membuat pelaku pasar semakin khawatir terhadap keamanan pelayaran dan potensi gangguan ekspor energi.

Kenaikan minyak ini bisa berdampak luas ke pasar global. Jika harga energi terus naik, risiko inflasi kembali meningkat dan bank sentral seperti The Fed bisa terdorong mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Namun, beberapa analis menilai lonjakan harga bisa bersifat sementara jika tidak ada serangan lanjutan. Untuk saat ini, pasar minyak kembali masuk fase waspada karena Hormuz belum benar-benar aman.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai