Emas Melemah Lagi Saat Minyak Naik dan Inflasi Kembali Jadi Perhatian
Harga emas melemah untuk hari kedua berturut-turut setelah serangan baru terhadap kapal di Selat Hormuz kembali mengingatkan pasar terhadap risiko di jalur pengiriman minyak dan gas alam penting dunia.
Emas sempat turun hingga 0,9 persen ke dekat level US$4.125 per troy ounce, setelah pada Senin sebelumnya melemah 0,3 persen. Tekanan muncul setelah sebuah tanker dilaporkan terkena serangan di sebelah timur Oman. Di sisi lain, Axios melaporkan bahwa Iran menembakkan sedikitnya dua rudal ke kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Insiden tersebut mendorong harga minyak bergerak naik. Kenaikan minyak kembali memunculkan kekhawatiran inflasi, karena harga energi yang lebih tinggi dapat memberi tekanan baru terhadap biaya global. Kondisi ini berpotensi meningkatkan peluang kenaikan suku bunga, yang menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.
Meski melemah, pergerakan emas masih berada dalam rentang yang relatif sempit. Investor kini menunggu petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve melalui risalah rapat bulan Juni yang akan dirilis pekan ini.
Sebelumnya, ekspektasi kenaikan suku bunga sempat meningkat setelah sikap hawkish yang ditunjukkan Ketua The Fed baru, Kevin Warsh. Namun, spekulasi kenaikan suku bunga mulai mereda setelah data tenaga kerja Amerika Serikat pekan lalu keluar lebih lemah dari perkiraan.
Rhona O’Connell, Head of Market Analysis EMEA dan Asia di StoneX Group Inc., menilai pasar saat ini mengambil sikap yang sedikit lebih hati-hati terhadap prospek kenaikan suku bunga AS. Menurutnya, kondisi tersebut masih memberi sedikit dukungan bagi aset keras seperti emas.
Secara teknikal, emas masih bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce. Logam mulia ini juga baru saja mencatat kenaikan mingguan pertama sejak Mei, setelah sebelumnya sempat jatuh di bawah level penting tersebut dan menembus beberapa moving average utama.
Aksi beli di harga rendah turut membantu emas kembali bergerak di atas moving average 10 hari. Namun, emas masih menghadapi resistance di sekitar US$4.180, sementara area support teknikal berada di atas US$4.130.
Pada pukul 10.34 waktu Singapura, emas spot turun 0,6 persen ke level US$4.138,55 per troy ounce. Perak melemah 0,9 persen ke US$61,51 per ounce. Platinum bergerak relatif stabil, sementara palladium sedikit menguat. Indeks Bloomberg Dollar Spot yang mengukur pergerakan dolar AS terpantau datar.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id