• Fri, Jul 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

3 July 2026 03:25  |

Contango Muncul, Pasar Minyak Beri Sinyal Oversupply

Harga minyak bergerak stabil pada hari Kamis (2/7) ke dekat level terendah sebelum perang Iran, ketika pelaku pasar menutup sebagian posisi bearish menjelang libur panjang Amerika Serikat. Namun, sentimen utama masih dibayangi pemulihan arus pasokan dari Teluk Persia dan sinyal kelebihan pasokan jangka pendek.

West Texas Intermediate atau WTI untuk pengiriman Agustus naik 0,2% dan ditutup di US$68,69 per barel. Sementara itu, Brent untuk pengiriman September menguat 0,3% ke level US$71,80 per barel. Kedua acuan minyak masih bergerak dekat level terendah sejak sebelum perang Iran dimulai pada akhir Februari.

Tekanan fundamental datang dari pulihnya aliran minyak melalui Selat Hormuz. Arus minyak melalui jalur strategis tersebut dilaporkan melonjak menjadi sekitar 14 juta barel pada 1 Juli. Angka itu belum termasuk pengiriman yang melewati jalur alternatif seperti pesisir Laut Merah Arab Saudi dan Pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab.

Pemulihan arus ekspor menunjukkan betapa cepat pasokan minyak dari produsen Teluk Persia dapat kembali ke pasar. Ekspor Arab Saudi bahkan disebut telah mencapai sekitar 90% dari level sebelum perang. Kondisi ini membuat pasar mulai menghadapi gelombang pasokan baru di saat sejumlah jalur darurat masa perang masih berjalan.

Struktur harga Brent juga mulai menunjukkan tanda bearish. Kontrak jangka pendek diperdagangkan dengan diskon terhadap kontrak lebih panjang, atau dikenal sebagai contango. Struktur ini biasanya menjadi sinyal bahwa pasar menghadapi pasokan berlebih dalam jangka pendek.

Premi minyak fisik juga turun tajam dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menunjukkan permintaan dari pembeli belum mampu menyerap cepatnya pemulihan pasokan, terutama ketika impor China masih lemah dan pelepasan cadangan darurat sebelumnya masih memengaruhi keseimbangan pasar.

Brent masih berada dalam tren penurunan setelah mencatat pelemahan kuartalan terbesar sejak pandemi 2020. Harga minyak telah turun lebih dari 40% dari puncaknya saat perang Iran memanas. Arus kapal yang tetap berjalan melalui Hormuz membantu meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi akibat energi.

Meski demikian, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Amerika Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan damai permanen. Qatar menyatakan putaran pembicaraan tidak langsung berikutnya akan dijadwalkan secepat mungkin setelah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Iran juga kembali menegaskan tekadnya untuk mengendalikan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz. Isu ini masih menjadi salah satu titik hambatan utama dalam pembicaraan, selain program nuklir Iran dan konflik di Lebanon.

Secara keseluruhan, pergerakan harga minyak saat ini menunjukkan pasar mulai menghapus premi risiko perang dan lebih fokus pada potensi oversupply. Jika arus Hormuz terus pulih dan permintaan China belum membaik, harga minyak berisiko tetap tertekan. Namun, jika pembicaraan AS-Iran kembali terganggu atau Iran memperketat kontrol pelayaran, volatilitas minyak masih dapat meningkat sewaktu-waktu.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai