• Fri, Jul 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

3 July 2026 03:56  |

NFP AS Mengecewakan, Dolar Turun Tajam

Dolar AS turun tajam pada perdagangan Kamis (2/7) dan menuju penurunan harian terburuk sejak akhir April. Tekanan muncul setelah laporan tenaga kerja AS keluar lebih lemah dari perkiraan, sehingga meredakan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun sekitar 0,5% ke level 100,86. Pelemahan ini terjadi setelah pasar menilai data tenaga kerja terbaru memberi ruang bagi The Fed untuk menahan kebijakan lebih lama, terutama karena tekanan dari pasar tenaga kerja mulai berkurang.

Laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan ekonomi Amerika Serikat hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar sekitar 114.000. Angka tersebut juga melambat dari data Mei yang direvisi turun menjadi 129.000. Lapangan kerja meningkat di sektor jasa profesional dan bisnis, bantuan sosial, serta kesehatan, tetapi menurun di sektor leisure dan hospitality.

Meski penciptaan kerja melemah, tingkat pengangguran turun ke 4,2% setelah bertahan di 4,3% selama tiga bulan sebelumnya. Secara rata-rata tiga bulan, payroll AS kini berada di sekitar 111.000, menandakan pasar tenaga kerja memang melambat tetapi belum sepenuhnya masuk fase pelemahan tajam.

Data tenaga kerja sepanjang pekan ini memberi gambaran campuran. Lowongan kerja AS pada Mei sempat melonjak ke level tertinggi dua tahun, sementara data Challenger menunjukkan PHK di Juni menurun. Namun, laporan ADP mencatat pertumbuhan pekerjaan swasta melemah, sebelum data NFP Kamis akhirnya memperkuat pandangan bahwa momentum tenaga kerja mulai mendingin.

Dari sisi kebijakan moneter, The Fed sebelumnya menegaskan bahwa fokus utama masih pada pengendalian inflasi. Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan bank sentral akan meninggalkan pendekatan forward guidance dan lebih bergantung pada data. Dalam forum bank sentral di Portugal, Warsh juga menyebut risiko inflasi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan harga minyak setelah kesepakatan sementara Amerika Serikat dan Iran turut membantu meredakan tekanan inflasi. Harga minyak sebelumnya sempat melonjak akibat konflik, tetapi kemudian turun cepat setelah Selat Hormuz kembali dibuka dan arus pasokan mulai pulih.

Dengan inflasi energi mulai mereda dan pasar tenaga kerja tidak sepanas sebelumnya, pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. CME FedWatch menunjukkan peluang The Fed menahan suku bunga meningkat, sementara peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat menurun. Yield Treasury jangka pendek yang sensitif terhadap suku bunga juga ikut turun.

Di sisi mata uang lain, yen Jepang menguat tajam terhadap dolar AS. USD/JPY sempat turun hingga ke area 160,64 sebelum kemudian bergerak di sekitar 161,12. Penguatan yen dipicu spekulasi bahwa otoritas Jepang melakukan rate checks, langkah yang sering dipandang pasar sebagai sinyal awal menuju intervensi valuta asing.

Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Bank of Japan maupun Kementerian Keuangan Jepang terkait langkah tersebut. Tokyo sebelumnya berulang kali memperingatkan bahwa mereka siap mengambil tindakan terhadap pergerakan yen yang dianggap terlalu spekulatif, terutama setelah mata uang Jepang berada di level terlemah sejak 1986.

Sementara itu, dolar Australia menguat sekitar 0,4% ke area US$0,6920, meskipun masih berada dekat level terendah tiga bulan. Penguatan Aussie tertahan setelah Australia mencatat defisit perdagangan terbesar dalam 11 tahun pada Mei, dipicu penurunan ekspor emas dan bijih besi di tengah melemahnya permintaan komoditas global.

Secara keseluruhan, pelemahan dolar AS mencerminkan perubahan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed. Jika data ekonomi berikutnya terus menunjukkan perlambatan, dolar berisiko melanjutkan koreksi. Namun, jika inflasi kembali menguat atau pejabat The Fed memberi sinyal hawkish, greenback masih berpeluang mendapat dukungan baru.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai