• Fri, Jul 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

3 July 2026 00:18  |

Lagarde: ECB Sudah Tepat Naikkan Suku Bunga

Presiden European Central Bank Christine Lagarde membela keputusan bank sentral untuk menaikkan suku bunga bulan lalu. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan keputusan yang tepat, meskipun harga minyak kini telah turun dan tekanan inflasi zona euro mulai mereda.

Dalam wawancara dengan surat kabar Prancis Les Echos pada Kamis (2/7), Lagarde mengatakan Dewan Gubernur ECB sudah meyakini bahwa keputusan kenaikan suku bunga merupakan langkah yang benar. Menurutnya, mayoritas besar anggota dewan sebenarnya sudah siap mengambil keputusan sejak April, tetapi saat itu ECB belum memiliki seluruh informasi yang dibutuhkan.

ECB pada bulan lalu menjadi bank sentral pertama di antara negara-negara Group of Seven yang menaikkan suku bunga setelah pecahnya perang Iran. Bank sentral menilai guncangan harga energi mulai menyebar ke ekonomi kawasan euro, sehingga tidak bisa membiarkan inflasi kembali lepas kendali.

Keputusan tersebut diambil ketika tekanan harga masih menjadi perhatian utama. Pada saat itu, ECB menaikkan proyeksi inflasi dan menilai risiko harga masih cukup besar. Bank sentral juga menilai dampak perang terhadap energi dan rantai pasok dapat memengaruhi biaya produksi, harga barang, dan ekspektasi inflasi.

Namun, sejak kesepakatan damai sementara Amerika Serikat dan Iran, harga minyak turun tajam dan mengurangi salah satu sumber utama tekanan inflasi. Data terbaru juga menunjukkan inflasi zona euro melandai lebih besar dari perkiraan, sehingga sebagian pelaku pasar menilai ECB kini memiliki ruang untuk lebih sabar sebelum menaikkan suku bunga lagi.

Meski begitu, Lagarde menekankan bahwa guncangan pasokan eksternal masih menyebar ke ekonomi. Ia mengatakan ECB kini mulai melihat efek tidak langsung dari tekanan tersebut. Karena itu, bank sentral tetap perlu mencermati apakah kenaikan biaya sebelumnya akan diteruskan ke harga lain dalam perekonomian.

Lagarde juga mengatakan ECB terus memantau risiko second-round effects, yaitu ketika guncangan harga awal memicu kenaikan harga dan upah yang lebih luas. Namun, ia menegaskan bahwa efek lanjutan tersebut sejauh ini belum benar-benar material.

Bagi pasar, pernyataan Lagarde memberi sinyal bahwa ECB belum siap menyatakan perang melawan inflasi selesai. Meski inflasi mulai turun dan harga minyak mereda, bank sentral masih ingin memastikan tekanan harga tidak menyebar lebih luas ke sektor jasa, upah, dan ekspektasi konsumen.

Secara keseluruhan, komentar Lagarde menunjukkan bahwa ECB akan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan berikutnya. Jika inflasi terus turun dan efek lanjutan tidak muncul, peluang kenaikan suku bunga tambahan bisa semakin kecil. Namun, jika tekanan harga kembali meningkat, ECB masih dapat mempertahankan sikap ketat.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai