NFP Lemah Jadi Bahan Bakar Reli Emas
Harga emas menguat tajam pada perdagangan Kamis (2/7) setelah data tenaga kerja Amerika Serikat keluar jauh lebih lemah dari perkiraan. Kondisi ini meredakan kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi.
Spot gold naik sekitar 2,2% ke level US$4.116,54 per ounce. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 1,1% ke level US$4.125,70 per ounce. Dalam perdagangan intraday, emas bahkan sempat melonjak hingga 2,8%.
Katalis utama datang dari laporan Nonfarm Payrolls AS. Ekonomi Amerika Serikat hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110.000. Data ini menunjukkan bahwa momentum pasar tenaga kerja mulai melambat lebih tajam dari perkiraan sebelumnya.
Laporan tersebut mengurangi tekanan terhadap Ketua The Fed Kevin Warsh untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Sebelumnya, pasar sempat khawatir The Fed masih akan menaikkan suku bunga tahun ini karena inflasi tetap berada di atas target 2%.
Komentar Warsh di forum European Central Bank di Sintra juga dinilai tidak sehawkish yang dikhawatirkan pasar. Ia memang menegaskan komitmen The Fed untuk membawa inflasi kembali ke target 2%, tetapi juga menyebut risiko inflasi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Dolar AS ikut melemah setelah data tenaga kerja dirilis. Indeks dolar turun sekitar 0,5%, membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. Penurunan yield Treasury juga membantu emas karena menurunkan opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Di pasar logam lainnya, perak naik 2,6% ke US$60,69 per ounce. Platinum menguat 2,6% ke US$1.617 per ounce, sementara palladium melonjak 4,7% ke US$1.267,14 per ounce. Kenaikan ini menunjukkan sentimen positif tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga menyebar ke logam mulia lain.
Meski demikian, ruang kenaikan emas masih perlu dikonfirmasi. Selama inflasi AS tetap tinggi, The Fed masih berpeluang mempertahankan sikap ketat. Pasar saat ini menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga, tetapi belum sepenuhnya menghapus kemungkinan pengetatan pada akhir tahun.
Secara teknikal, area US$4.100 menjadi level penting bagi emas. Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan lanjutan ke US$4.150 hingga US$4.180 terbuka. Namun, jika dolar AS kembali menguat atau pejabat The Fed kembali hawkish, emas berisiko terkoreksi ke area US$4.050 hingga US$4.000.
Secara keseluruhan, lonjakan emas hari ini didorong oleh kombinasi data NFP yang lemah, dolar yang melemah, dan ekspektasi suku bunga The Fed yang mereda. Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada komentar pejabat The Fed, data inflasi AS, dan perkembangan geopolitik AS-Iran.(arl)
Sumber: Newsmaker.id