Minyak Naik di Atas US$110 usai UAE Umumkan Keluar dari OPEC
Harga minyak menguat pada Selasa (28/04) dan sempat melampaui US$110 per barel, meski bergerak lebih moderat dari puncak intraday, setelah Uni Emirat Arab (UAE) mengumumkan keputusan keluar dari OPEC di tengah perang AS–Israel dengan Iran yang mengganggu arus pasokan kawasan.
Brent naik di atas US$111 per barel, membawa kenaikan pekan ini mendekati 6%, sementara WTI diperdagangkan di sekitar US$100 per barel. Respons pasar yang relatif tertahan, dengan Brent sempat memangkas sekitar US$2 sebelum pulih, mencerminkan kondisi pasar fisik yang sudah sangat ketat.
UAE menyatakan akan keluar dari OPEC dan aliansi OPEC+ efektif 1 Mei sebagai bagian dari rencana strategis dan ekonomi jangka panjang, menurut kantor berita negara WAM. Abu Dhabi menyebut akan bertindak “bertanggung jawab” dan menaikkan produksi secara bertahap.
Sebelum pengumuman tersebut, minyak juga terdorong setelah Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan untuk membahas proposal Iran guna mengakhiri perang, namun tetap mempertahankan “red lines”, termasuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
Di sisi pasokan, pasar tetap mem-price in risiko gangguan berkepanjangan karena lalu lintas Selat Hormuz disebut turun mendekati nol akibat blokade Iran dan AS, meski gencatan senjata secara umum bertahan sejak awal April. Pengetatan pasokan dan kenaikan energi memperkuat kekhawatiran inflasi, sehingga pelaku pasar memantau dampaknya pada ekspektasi kebijakan bank sentral serta proyeksi harga terbaru dari lembaga keuangan besar yang mulai menaikkan perkiraan seiring berlanjutnya penarikan stok global. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id